Sumbawanews.com,- La Paz – Presiden Bolivia Rodrigo Paz mengambil langkah drastis dengan memotong 50% gajinya sendiri dan seluruh menteri kabinet. Kebijakan ini diumumkan Senin (25/5/2026) untuk meredam demonstrasi besar-besaran yang telah berlangsung selama empat pekan.
Pemotongan gaji membuat penghasilan presiden turun dari 24.978 Boliviano menjadi 12.489 Boliviano per bulan. Langkah ini diambil setelah dialog dengan pemimpin demonstran gagal mencapai kesepakatan.
Sejak awal Mei, berbagai kelompok termasuk masyarakat adat, guru, dan buruh melakukan blokade jalan yang mengganggu pasokan makanan dan bahan bakar. Demonstran menuntut pembatalan kebijakan penghematan yang dianggap menyulitkan kehidupan masyarakat.
Paz yang mulai menjabat akhir 2025 tetap bersikukuh dengan kebijakan penghematan dan pemotongan subsidi bahan bakar untuk menstabilkan ekonomi. Pemerintah menuduh mantan presiden Evo Morales berada di balik aksi protes ini.
Morales yang kini menjadi buronan menyebut Paz hanya punya dua pilihan: menggunakan kekuatan militer atau menggelar pemilu transisi dalam 90 hari sesuai konstitusi. Situasi politik Bolivia terus memanas dengan eskalasi demonstrasi yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.















