Sumbawanews.com,- Tim nasional Prancis bersiap menghadapi Swedia dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Rabu, 1 Juli 2026, pukul 04.00 WIB. Les Bleus tampil sebagai juara Grup I dengan catatan sempurna sembilan poin, sementara Swedia lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik dengan empat poin dari Grup F.
Dalam tiga laga fase grup, Prancis menunjukkan dominasi total: mencetak 10 gol dari 44 percobaan, dengan 22 tembakan tepat sasaran, dan hanya kebobolan dua gol—termasuk satu clean sheet saat menghancurkan Irak 3-0. Serangan mereka mengalir lewat kedua sayap, terutama sisi kiri, dengan 204 kali masuk ke sepertiga akhir lapangan lawan. Tekanan tinggi juga menjadi ciri khas mereka, dengan 768 kali pressing yang mengganggu ritme lawan.
Di lini depan, Prancis menikmati keberagaman ancaman. Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele sama-sama mencatat empat gol, saling melengkapi dengan Michael Olise, Desire Doue, dan Bradley Barcola yang turut menyumbang gol. Tidak ada ketergantungan pada satu pemain—serangan Les Bleus mengalir dinamis dan terstruktur.
Sementara itu, Swedia menunjukkan ketajaman di depan dengan tujuh gol dari 40 peluang, tetapi lini belakang mereka menjadi titik lemah utama. Tujuh gol kebobolan dalam tiga laga, tanpa satu pun clean sheet, menjadi beban berat menghadapi serangan Prancis yang penuh kecepatan dan presisi. Meski Alexander Isak dan Viktor Gyokeres tetap menjadi ancaman, kontribusi gol dari Anthony Elanga dan Yasin Ayari yang masing-masing mencetak dua gol menunjukkan variasi serangan yang bisa dimanfaatkan.
Di tengah lapangan, duel antara Aurelien Tchouameni, Adrien Rabiot, dan Manu Kone melawan Yasin Ayari dan Elliot Stroud diprediksi menentukan arah pertandingan. Prancis menguasai ritme permainan, sementara Swedia mengandalkan umpan panjang dari Gustaf Lagerbielke untuk memanfaatkan kecepatan Isak dan Elanga—taktik yang berpotensi mengejutkan, tetapi sangat bergantung pada akurasi dan kesabaran.
Rekor head-to-head tetap berpihak pada Prancis: dari 23 pertemuan sebelumnya, Les Bleus menang 12 kali, Swedia menang enam kali, dan lima laga berakhir imbang. Pertemuan terakhir terjadi pada November 2020 di Paris, saat Prancis menang 4-2.
Dengan formasi 4-2-3-1, Prancis diperkirakan menurunkan Mike Maignan di gawang, lini belakang Kounde-Upamecano-Saliba-Hernandez, dan trio tengah Tchouameni-Rabiot-Kone, dengan Mbappe sebagai ujung tombak. Swedia akan bermain 3-4-3 dengan Viktor Zetterstrom di bawah mistar, dan trio depan Isak-Gyokeres-Elanga yang siap memanfaatkan ruang kosong.
Meski Swedia memiliki pemain berkelas dan strategi yang berani, ketidakstabilan pertahanan mereka di hadapan serangan Prancis yang terorganisir dan mematikan membuat tim asuhan Didier Deschamps menjadi jelas-jelas favorit. Jika mampu mempertahankan konsistensi di lini tengah dan memanfaatkan peluang dengan efisien, Prancis berpeluang besar melangkah ke babak 16 besar untuk menghadapi pemenang laga Paraguay vs tim lain.















