Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Vladivostok, Rusia, dalam rangka menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11, di mana ia menyampaikan pidato sebagai tamu kehormatan di hadapan Presiden Vladimir Putin. Kunjungan ini merupakan bagian dari strategi diplomasi bebas aktif Indonesia yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, dengan fokus utama memperjuangkan kepentingan nasional, terutama di bidang ekonomi.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari menjelaskan bahwa setiap misi luar negeri Presiden Prabowo dirancang bukan sekadar formalitas diplomatik, tetapi sebagai pintu masuk untuk membuka peluang investasi, memperkuat industri dalam negeri, dan menciptakan lapangan kerja. Rusia, yang dinilai sebagai negara strategis secara geopolitik dan kaya sumber daya alam, menjadi mitra penting dalam upaya memperluas kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.
Dalam forum EEF, Prabowo secara aktif mengajak pelaku usaha global untuk menanamkan modal dan menciptakan nilai tambah di Indonesia. Pemerintah menekankan bahwa diplomasi ekonomi harus berujung pada manfaat nyata bagi rakyat, termasuk peningkatan ketahanan ekonomi nasional melalui kemitraan strategis yang berkelanjutan.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Indonesia untuk tidak menjadi penonton dalam dinamika global, tetapi aktif hadir, berbicara, dan memperjuangkan kepentingan nasional di panggung internasional.














