Sumbawanews.com,- Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza, Nickolay Mladenov, menyatakan bahwa solusi dua negara tidak akan terwujud jika Hamas tidak dilucuti senjatanya. Pernyataan itu disampaikan Mladenov dalam forum Hili di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Senin (7/9/2026). Ia menekankan bahwa situasi di Gaza yang stagnan, ditambah meningkatnya kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat, telah memutus jalur politik yang kredibel untuk menyelesaikan konflik. Menurutnya, satu-satunya jalan menuju perdamaian adalah melalui pemerintahan transisi, penonaktifan senjata, dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Mladenov menambahkan, kemajuan hanya mungkin jika kedua pihak—Israel dan Hamas—memenuhi komitmen mereka. Hamas, kata seorang pejabatnya pada 8 Agustus 2026, siap melangkah ke fase berikutnya rencana perdamaian asalkan Israel juga mulai menjalankan kesepakatan. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak tegas rencana 15 poin yang disetujui Dewan Perdamaian, dengan tegas menyatakan bahwa pasukan Israel tidak akan menarik diri dari Gaza sebelum senjata Hamas dilucuti sepenuhnya, termasuk senjata berat maupun ringan. Netanyahu menegaskan, Israel menginginkan perlucutan nyata, bukan simbolis.
Di sisi lain, Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat Jared Kushner mengakui bahwa tindakan para pemimpin Israel di Gaza terkesan tidak rasional, terutama karena mendekati pemilu pada Oktober 2026. Kushner mengakui bahwa demiliterisasi Gaza akan sangat sulit, mengingat tingkat militerisasi yang jauh melampaui pemahaman umum.















