Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto tiba di Paris dalam kunjungan resmi yang menandai puncak intensifikasi hubungan strategis Indonesia-Prancis. Dalam pertemuan dengan Presiden Emmanuel Macron, Prabowo mengungkap sejumlah pilar utama kerja sama yang bakal diperkuat, mulai dari pertahanan, energi bersih, pendidikan, hingga pelaksanaan penuh perjanjian perdagangan IEU-CEPA — kesepakatan yang ditandatangani di Brussels pada Juli 2025 lalu.
“Kita akan membahas secara mendalam kerja sama di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, riset, dan terutama implementasi IEU-CEPA,” ujar Prabowo dalam pidatonya di ibu kota Prancis, Kamis (28/5). Ia menekankan komitmennya untuk mendorong peningkatan investasi bilateral, khususnya dalam sektor teknologi hijau dan infrastruktur strategis.
Kunjungan ini sekaligus memperkuat kerangka kemitraan strategis komprehensif yang telah disepakati kedua negara. Prabowo juga menyambut positif pembentukan France-Indonesia High-Level Business Council, sebuah mekanisme baru yang dirancang untuk mempercepat sinergi antara pelaku usaha kedua negara.
Kunjungan ini bukanlah yang pertama. Sejak menjabat pada 20 Oktober 2024, Prabowo telah empat kali mengunjungi Prancis, sementara Macron sendiri pernah berkunjung ke Indonesia. Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi bahwa undangan Macron kali ini sempat tertunda sejak April, karena perbedaan jadwal, namun kini telah diwujudkan sebagai sinyal kuat dari kedua pemimpin untuk memperdalam hubungan.
Selain isu ekonomi dan pertahanan, Prabowo juga menegaskan keseriusan Indonesia dalam menjaga perdamaian global, termasuk mendukung solusi dua negara untuk Palestina — sebuah posisi yang secara konsisten diangkat dalam dialog bilateral dengan negara-negara Eropa.
Kunjungan ini berlangsung di tengah geliat diplomasi Indonesia yang semakin dinamis di kancah global. Dengan Prancis sebagai mitra kunci di Eropa, langkah-langkah konkret yang diambil Presiden Prabowo menunjukkan upaya serius membangun kemitraan yang seimbang, berkelanjutan, dan saling menguntungkan — bukan sekadar simbolis, tapi berdampak nyata bagi masa depan bangsa.















