Sumbawanews.com,- Port USB-C yang bermasalah tidak selalu memerlukan perbaikan langsung. Sebelum membawa ponsel ke tempat servis, pengguna disarankan memeriksa beberapa kemungkinan penyebab gangguan. Debu atau serat yang menumpuk di dalam port bisa menghalangi koneksi pengisian daya, sehingga pembersihan hati-hati menjadi langkah pertama yang direkomendasikan. Setelah itu, coba gunakan kabel USB-C, adaptor, atau stop kontak berbeda untuk memastikan masalah bukan berasal dari perangkat pendukung. Port USB-C dirancang untuk bertahan hingga 10.000 kali pencolokan, namun kerusakan bisa terjadi akibat benturan, paparan cairan, atau penggunaan tidak tepat, termasuk saat HP terjatuh dengan kabel masih terhubung.
Jika semua langkah tersebut gagal, penggantian port bisa dipertimbangkan, terutama jika ponsel masih akan digunakan dalam jangka panjang dan sering diisi daya melalui kabel. Namun, jika pengguna berencana mengganti ponsel dalam waktu dekat, perbaikan tidak perlu segera dilakukan. Bagi yang memiliki fitur pengisian daya nirkabel, opsi ini bisa menjadi solusi sementara. Biaya servis resmi di Indonesia, seperti untuk iPhone, bisa mencapai Rp1.899.000 untuk kerusakan tidak disengaja, tetapi harga akhir tergantung pada hasil pemeriksaan penyedia servis resmi. Perbaikan sendiri dilarang keras karena prosesnya memerlukan pembongkaran layar, baterai, dan komponen lain—kesalahan kecil bisa merusak bagian vital ponsel.















