Home Berita Nasional PNM Raih GCG Awards 2026 atas Tata Kelola Berdampak bagi Masyarakat

PNM Raih GCG Awards 2026 atas Tata Kelola Berdampak bagi Masyarakat

Sumbawanews.com,- 2 Juli 2026 | 12.34 WIB

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) resmi menerima penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Ethics 2026, sebuah pengakuan nasional atas komitmennya dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang tidak hanya transparan dan akuntabel, tetapi juga berdampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah.

Penghargaan yang diserahkan dalam ajang Indonesia Excellence GCG Awards 2026 ini menggarisbawahi peran PNM sebagai pelaku keuangan inklusif yang berhasil mengubah model bisnisnya menjadi alat pemberdayaan. Melalui program Mekaar—yang menyasar perempuan prasejahtera pengusaha ultra mikro—PNM telah melayani lebih dari 23,3 juta nasabah hingga Mei 2026, tersebar di seluruh penjuru Nusantara.

Kunci keberhasilan PNM terletak pada tiga modal pemberdayaan yang dirancang secara holistik: Modal Finansial berupa akses pembiayaan tanpa jaminan, Modal Intelektual melalui pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU), dan Modal Sosial yang dibangun lewat Pertemuan Kelompok Mingguan. Pendekatan ini bukan sekadar memberi pinjaman, tetapi menciptakan ekosistem pendampingan yang membentuk kebiasaan menabung, manajemen keuangan, dan kemandirian bisnis.

Seorang nasabah Mekaar di Jawa Timur mengungkapkan, “PNM bukan cuma sumber modal. Lewat pendampingan rutin, saya belajar mengatur keuangan, memperluas usaha, dan menabung untuk masa depan keluarga. Saya jadi lebih percaya diri.”

Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan akhir perjalanan, melainkan momen refleksi. “Tata kelola yang baik bagi kami bukan sekadar memenuhi standar regulasi. Ini tentang bagaimana setiap keputusan bisnis bisa mengangkat derajat manusia,” ujarnya.

Dengan tema HUT ke-27 PNM, “Bersama di Setiap Langkah, Menemani di Setiap Perjuangan”, perusahaan ini berkomitmen memperkuat layanan inklusifnya agar semakin banyak perempuan di pelosok bisa menjadi pelaku usaha yang tangguh, bukan sekadar penerima bantuan. Dengan pendekatan berbasis kepercayaan dan pemberdayaan, PNM membuktikan bahwa keberlanjutan ekonomi tidak bisa dipisahkan dari keadilan sosial.

Previous articleSony Akan Berhenti Rilis Game Fisik Mulai 2028
Next articleWitan Sulaeman Antusias Kembali Dilatih Shin Tae-yong di Persija