Sumbawanews.com,- Perdana Menteri Kanada Mark Carney memerintahkan penyelidikan independen terkait dugaan penyiksaan terhadap aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) oleh Israel. Seruan ini disampaikan Carney dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Israel Isaac Herzog pada Senin (25/5/2026).
Menurut keterangan resmi Kantor Perdana Menteri Kanada, Carney menegaskan bahwa perlakuan terhadap warga sipil, termasuk warga Kanada, di atas flotilla bantuan Gaza tidak dapat diterima. Sekitar 420 aktivis dari 41 kapal, termasuk 12 warga Kanada, dicegat Israel saat mencoba membawa bantuan simbolis ke Jalur Gaza.
Rekaman video yang beredar menunjukkan para aktivis dipaksa berlutut dengan tangan terikat dan kepala menempel ke lantai di Pelabuhan Ashdod, Israel. Kanada kini bergabung dengan Italia, Prancis, dan Belanda dalam memanggil duta besar Israel menyusul insiden tersebut.
Carney juga mengutuk keras komentar Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir yang mengejek para aktivis. Kanada sebelumnya telah menjatuhkan sanksi terhadap Ben-Gvir atas tuduhan menghasut kekerasan terhadap komunitas Palestina.
Selain membahas insiden flotilla, Carney dan Herzog juga mendiskusikan situasi kemanusiaan di Gaza, konflik di Timur Tengah, serta meningkatnya antisemitisme di Kanada. Tindakan Ben-Gvir juga memicu kritik dari sebagian anggota pemerintahan Israel sendiri, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menyatakan bahwa cara penanganan aktivis tidak sejalan dengan nilai Israel.
Insiden ini kembali menyoroti kebijakan blokade Israel terhadap Jalur Gaza, terutama di tengah memburuknya kondisi kemanusiaan akibat perang yang terus berlangsung.















