Home Berita Internasional Pererat Hubungan Indonesia-Hungaria Lewat Batik dan Sulaman Tradisional

Pererat Hubungan Indonesia-Hungaria Lewat Batik dan Sulaman Tradisional

Sumbawanews.com,- Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, Lilla Karsay, bersama Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi, secara resmi membuka pameran seni bertajuk “Threads of Wax: A Cultural Confluence of Indonesian and Hungarian Heritage” di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta, pada Senin, 29 Juni 2026. Pameran ini digelar dalam rangka memperingati 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Hungaria sekaligus Hari Ulang Tahun Jakarta ke-499.

Karya-karya batik yang dipajang bukan sekadar kain tradisional Indonesia, melainkan hasil kolaborasi kreatif antara perancang fesyen Jesud Cedeno dan warisan kriya Hungaria. Motif bunga khas sulaman Matyo dan Kalosca dari wilayah timur Hungaria diintegrasikan secara halus ke dalam tekstil batik dari berbagai daerah Indonesia—Jogja, Lasem, Solo, hingga Pekalongan—menghasilkan karya yang memadukan kehalusan teknik tangan dan kekayaan simbol budaya.

Karsay menekankan bahwa pameran ini adalah bentuk diplomasi budaya yang autentik. “Ini bukan sekadar pameran seni, tapi jembatan yang menghubungkan dua peradaban yang sama-sama menghargai keindahan dalam detail,” ujarnya. Chaibi menambahkan, integrasi batik dengan sulaman Hungaria menjadi cara untuk memperkenalkan seni Indonesia ke publik Eropa, sekaligus menunjukkan bahwa kekayaan budaya tidak perlu dijaga dalam isolasi, melainkan bisa berkembang melalui dialog lintas budaya.

Gubernur Pramono Anung mengapresiasi karya-karya yang dipajang sebagai simbol kesetaraan dan saling menghormati. “Saya melihat batik yang berbicara dengan sulaman Hungaria—tidak ada yang mengalahkan, tapi saling melengkapi. Ini adalah keindahan yang lahir dari kerendahan hati budaya,” katanya.

Pameran yang berlangsung hingga 21 Juli 2026 itu juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni Betawi di pelataran museum, menambah nuansa lokal yang kental. Diharapkan, acara ini tidak hanya menarik minat wisatawan dan pecinta seni, tetapi juga menjadi titik awal kolaborasi jangka panjang antara seniman, pengrajin, dan institusi budaya kedua negara.

Kedua tradisi—batik Indonesia dan sulaman Matyo-Kalosca Hungaria—sama-sama telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda, menjadikan pameran ini bukan sekadar perayaan estetika, tapi juga pengakuan global terhadap nilai-nilai manusiawi yang terjaga dalam karya tangan.

Previous articleTujuh Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG Ditetapkan Kejagung
Next articleDenis Kolinger Resmi Gabung Persija Jakarta, Konfirmasi Resmi dari Mantan Klub