Home Berita Nasional Pemerintah Pertimbangkan Penggabungan Sekolah Dasar yang Kekurangan Siswa

Pemerintah Pertimbangkan Penggabungan Sekolah Dasar yang Kekurangan Siswa

Sumbawanews.com,- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah membuka opsi penggabungan sekolah dasar negeri yang mengalami penurunan jumlah siswa secara berkelanjutan. Wakil Menteri Atip Latipulhayat mengungkapkan, fenomena ini tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di sejumlah daerah lain, dengan penyebab yang beragam dan berbeda-beda antarwilayah. Sebagai respons, pemerintah akan melakukan _regrouping_—misalnya, menggabungkan tiga sekolah menjadi satu—untuk menyesuaikan daya tampung dengan realitas jumlah peserta didik.

Hal ini dipicu oleh kondisi di Sekolah Dasar Negeri Grogol Utara 05 Pagi, Jakarta Barat, yang hanya menerima 30 siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027, jauh di bawah kapasitas dua rombongan belajar yang disediakan. Kepala sekolah Agung Tri menyebut, penurunan serupa juga dialami sejumlah SD negeri lain di Jakarta, bahkan ada yang belum terisi hingga tahap lanjutan penerimaan peserta didik baru. Meski demikian, Atip menolak menyebut data pasti atau penyebab spesifik penurunan tersebut, menekankan bahwa setiap daerah memiliki dinamika berbeda—ada yang kelebihan siswa, ada pula yang kekurangan.

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan _regrouping_ tidak serta-merta menutup sekolah, tetapi merupakan upaya efisiensi sumber daya agar pendidikan tetap berkualitas meski jumlah murid menurun. Konfirmasi lebih lanjut kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta belum mendapat tanggapan hingga berita ini diturunkan.

Previous articleRasisme di Piala Dunia 2026: Suara Kuno yang Masih Bergema di Tribun
Next articleTurki Pertimbangkan Alihkan S-400 ke Negara Teluk demi Kembalikan Akses F-35 AS