Sumbawa Barat, sumbawanews.com – Seorang pemuda pegiat lingkungan di wilayah lingkar tambang Kecamatan Maluk menyoroti minimnya perhatian dan dukungan dari pihak manajemen PT Amman Mineral Nusa Tenggara terhadap aktivitas pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan yang selama ini dilakukan masyarakat secara mandiri.
Alimuddin, salah satu pemuda yang aktif dalam kegiatan kebersihan dan pengelolaan sampah di wilayah tersebut, mengaku hingga saat ini belum pernah ada sentuhan nyata maupun dukungan langsung dari pihak perusahaan terhadap para pegiat lingkungan di kawasan lingkar tambang.
Menurutnya, persoalan sampah di Kecamatan Maluk semakin hari semakin memprihatinkan. Ia menilai tingginya aktivitas masyarakat pendatang dan karyawan perusahaan turut memberikan dampak terhadap peningkatan volume sampah di wilayah tersebut.
“Penyumbang terbesar sampah di Kecamatan Maluk ini bersumber dari aktivitas karyawan PT AMNT. Tapi sangat disayangkan, sampai hari ini belum ada perhatian serius terhadap pegiat lingkungan maupun pengelolaan sampah di wilayah lingkar tambang,” ujar Alimuddin kamus 21/05/2026 pada reporter media ini.
Ia mengatakan, para pemuda dan pegiat kebersihan selama ini bergerak dengan keterbatasan alat dan fasilitas. Bahkan, berbagai kegiatan sosial seperti gotong royong hingga pengangkutan sampah dilakukan secara swadaya demi menjaga kebersihan lingkungan.
Alimuddin berharap perusahaan tambang besar seperti PT AMNT dapat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, tidak hanya fokus pada aktivitas pertambangan semata, tetapi juga ikut terlibat dalam mendukung program kebersihan dan pemberdayaan lingkungan masyarakat.
Ia juga meminta adanya kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan para pemuda pegiat lingkungan agar persoalan sampah di Kecamatan Maluk dapat ditangani secara serius dan berkelanjutan.

















