Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Pantai Gading, Emerse Fae, mengakui bahwa kegagalan memanfaatkan sejumlah peluang emas menjadi penentu kekalahan timnya 1-2 dari Norwegia dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion AT&T, Arlington, Rabu dini hari WIB.
Meski sempat menyamakan kedudukan lewat gol Amad Diallo di babak kedua, Les Elephants tak mampu bertahan dari serangan balik Norwegia. Erling Haaland menjadi pahlawan dengan mencetak gol penentu kemenangan di menit-menit terakhir, mengakhiri mimpi tim Afrika itu untuk melangkah ke babak 16 besar.
Dalam sesi pasca-laga, Fae menekankan bahwa kekalahan ini bukan karena kurangnya usaha, melainkan ketidakmampuan memaksimalkan momen. “Ini sepak bola. Ketika Anda punya peluang, Anda harus mencetak gol. Kami berhasil menyamakan skor—itu prestasi besar. Tapi di level ini, detail kecil menentukan segalanya,” ujarnya, dikutip dari laman resmi FIFA.
Fae tak menyalahkan pemain atau keputusan wasit. Sebaliknya, ia memuji ketenangan dan disiplin taktis Norwegia yang mampu mempertahankan fokus hingga peluit panjang. “Mereka tidak tergoyahkan. Mereka tahu kapan harus menyerang, kapan harus bertahan. Itulah yang membuat mereka layak menang.”
Meski tersingkir lebih awal, Fae melihat pengalaman ini sebagai fondasi penting bagi generasi muda timnya. Sebagian besar skuad Pantai Gading baru pertama kali tampil di Piala Dunia, dan ia meyakini momen ini akan menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan mereka ke masa depan.
“Ini Piala Dunia pertama bagi semua pemain kami. Mereka belajar banyak—tentang tekanan, tentang kecepatan, tentang betapa kecilnya selisih antara menang dan kalah. Kami akan kembali lebih kuat,” janji Fae.
Dengan kekalahan ini, Pantai Gading menjadi tim kedua dari benua Afrika yang gagal melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, setelah Tunisia lebih dulu tersingkir di fase grup. Sementara itu, Norwegia melanjutkan petualangan mereka ke babak selanjutnya, siap menghadapi Brasil dalam laga yang diantisipasi sebagai duel antara kekuatan baru dan legenda sepak bola dunia.















