Sumbawanews.com,- Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengonfirmasi bahwa klub asal Inggris, Oxford United, tidak akan berpartisipasi dalam Piala Presiden 2026. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi penyelenggara untuk memperkenalkan tontonan baru dengan menghadirkan klub-klub legendaris dari Asia Tenggara, sebagai upaya memperkuat daya tarik turnamen pramusim tersebut. Piala Presiden 2026 rencananya digelar dari 25 Juli hingga 6 Agustus 2026, dengan lokasi pertandingan dibagi antara Stadion Si Jalak Harupat di Bandung dan Stadion Gelora Bung Tomo di Surabaya. Turnamen tahun ini akan diikuti delapan tim—empat dari Indonesia, satu dari Brunei, satu dari Singapura, dan dua dari Thailand—dengan format baru yang memperluas partisipasi klub regional.
Sebelumnya, Oxford United pernah tampil di edisi sebelumnya, namun panitia memutuskan untuk tidak mengundang kembali tim berjuluk The Ox demi memberi ruang bagi klub-klub bersejarah di kawasan Asia Tenggara. Erick menekankan bahwa perubahan ini bukan semata-mata pertimbangan teknis, tetapi juga untuk menciptakan atmosfer yang lebih segar dan relevan bagi penonton lokal. “Memang kan Piala Presiden ini harus menarik. Kenapa kita juga improvisasi tahun ini dengan ada klub-klub legendaris dan juga klub-klub dari ini, ya sebagai tontonan yang menariklah,” ujar Erick dalam keterangan resmi di Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Dalam turnamen ini, Grup A terdiri dari Persib Bandung, Arema FC, DPMM FC (Brunei), dan Tampines Rovers (Singapura), yang akan bertanding di Bandung. Sementara Grup B diisi oleh Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Port FC (Thailand), yang akan berlaga di Surabaya. Perubahan format ini juga menandai perluasan peserta dari enam menjadi delapan tim, sekaligus memecah konsentrasi pertandingan ke dua kota besar untuk meningkatkan jangkauan dan antusiasme publik.
Dengan keputusan ini, PSSI menegaskan komitmennya untuk menjadikan Piala Presiden bukan hanya sebagai ajang persiapan pramusim, tetapi juga sebagai platform strategis membangun identitas sepak bola regional yang kuat dan berkelanjutan.















