Sumbawanews.com,- NVIDIA memperkenalkan Isaac Gr00t, platform terbuka untuk pengembangan robot humanoid berbasis referensi desain yang dirancang khusus bagi peneliti dan pengembang. Platform ini menggabungkan chassis Unitree H2 Plus setinggi 1,8 meter dengan berat 68 kilogram, dilengkapi dua tangan lima jari produksi Sharpa Wave yang mampu merasakan sentuhan, serta komputasi onboard berbasis Jetson AGX Thor dengan GPU NVIDIA Blackwell.
Setiap robot dilengkapi 31 derajat kebebasan gerak di seluruh tubuh, dengan torsi lengan hingga 120 Newton-meter (88 kaki-pon), serta sistem sensor multi-sudut termasuk kamera stereo di kepala, kamera pergelangan tangan, dan inertial measurement unit. Daya listrik diatur dalam rentang 40 hingga 130 watt, didukung baterai 15Ah yang menyediakan kapasitas hampir 1 kWh—mampu bertahan sekitar tiga jam operasi berkelanjutan.
Platform ini dibangun di atas perangkat lunak Gr00t yang terbuka, dilengkapi model AI canggih yang dirancang untuk mempercepat pengembangan alur kerja robot humanoid. NVIDIA juga menegaskan bahwa platform ini kompatibel dengan robot Unitree G1 yang lebih terjangkau, memperluas akses bagi institusi dengan anggaran terbatas.
Meski tidak menampilkan robot fisik di panggung, Jensen Huang menekankan bahwa kekuatan Gr00t terletak pada kolaborasi terbuka. Sejumlah lembaga ternama seperti Ai2, ETH Zurich, Stanford Robotics Center, dan UC San Diego telah menyatakan akan mengadopsi desain referensi ini. “Robotika berkembang paling cepat ketika peneliti bisa membangun di atas platform terbuka, berbagi kode, dan menguji ide di mesin nyata,” ujar Steve Cousins, Direktur Eksekutif Stanford Robotics Center.
Isaac Gr00t menjadi langkah strategis NVIDIA untuk memperkuat posisinya di ekosistem robotika manusia, sekaligus mendorong inovasi yang lebih terbuka dan kolaboratif di tingkat global.















