Sumbawanews.com,- Mateus Fernandes resmi bergabung dengan Tottenham Hotspur pada musim panas 2026, menolak tawaran Manchester United meski klub itu aktif mendekatinya. Pemain berusia 22 tahun itu diboyong dari West Ham United dengan nilai transfer 85 juta pound, dan memilih Spurs bukan karena faktor finansial semata, melainkan karena kedekatan emosional dengan pelatih Roberto de Zerbi dan rekan setim lamanya, Pedro Porro.
Dalam wawancara eksklusif dengan The Athletic, Fernandes mengungkap bahwa keputusannya didorong oleh cara Roberto de Zerbi berkomunikasi—bukan hanya sebagai pelatih, tapi seperti seorang ayah kedua. “Dia menghubungi saya setiap hari. Saya senang bisa bekerja dengannya, dan semoga kami bisa melakukan hal-hal besar. Ini lebih ke soal membentuk koneksi,” ujar Fernandes. Ia menekankan bahwa orang tuanya yang tidak fasih berbahasa Inggris merasa nyaman dengan pendekatan personal De Zerbi, yang menjanjikan perlindungan dan kekeluargaan di tengah lingkungan asing.
Peran Pedro Porro, bek kanan Tottenham yang pernah bersama Fernandes di Sporting CP, juga krusial. Porro menghubungi Fernandes secara pribadi, bahkan meminta pelatih agar mendatangkannya. “Dia bilang dalam bahasa Portugis, ‘Ayo Mateus, kamu harus bermain dengan kami, kami menginginkanmu. Saya yang meminta manajer untuk mendatangkanmu,’” kenang Fernandes. Percakapan singkat itu membuka pintu bagi pemahaman mendalam tentang mentalitas tim, dinamika rekan setim, dan visi Spurs yang akhirnya meyakinkannya.
Meski Manchester United menjadi pilihan yang secara historis lebih menarik bagi banyak pemain muda, Fernandes justru memilih jalur yang lebih personal—bukan karena tawaran terbaik, tapi karena perasaan yang lebih tepat. Tottenham, dengan De Zerbi sebagai arsitek dan Porro sebagai jembatan, berhasil menangkap hati sekaligus pikiran sang gelandang muda.















