Sumbawanews.com,- Timnas Singapura tumbang telak 0-6 dari Malaysia dalam laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kekalahan ini menjadi hasil terburuk The Lions melawan Harimau Malaya di level senior sejak 1978, sekaligus mengunci posisi ketiga di grup dengan tiga poin dari tiga laga. Bergson mencetak hat-trick—gol pertama lewat penalti di menit ke-8, lalu dua lagi setelah jeda—sementara Stuart Wilkin, Paulo Josue, dan Syahir Bashah masing-masing menambahkan satu gol. Singapura gagal menciptakan peluang signifikan, dengan seluruh upaya serangannya selalu dibendung pertahanan Malaysia yang tampil sangat agresif hingga menit terakhir.
Pelatih Singapura, Gavin Lee, mengakui timnya gagal mencapai level permainan yang dibutuhkan dalam laga sepenting ini, tetapi menolak menjadikan skor akhir sebagai satu-satunya ukuran performa. “Setiap pertandingan selalu menjadi tamparan realita. Kami tidak pernah meremehkan konteksnya, apalagi levelnya,” ujar Lee, menekankan bahwa Malaysia tetap memburu gol meski sudah unggul 3-0 karena faktor selisih dan produktivitas gol yang menentukan kelolosan. Ia menilai, tekanan berkelanjutan dari lawan membuat laga ini tidak berjalan seperti pertandingan biasa setelah unggul jauh.
Lee juga menyoroti ketimpangan efektivitas di depan gawang. “Hampir setiap tembakan yang mereka lakukan berakhir di dalam gawang, sementara setiap tembakan kami berakhir membentur pemain berbaju kuning,” katanya. Meski kebobolan enam kali, ia tetap melihat sisi positif dari proses bangun serangan Singapura yang menunjukkan potensi untuk dikembangkan. “Jika Anda menilai seluruh performa hanya dari skor akhir, menurut saya itu tidak adil,” tegasnya.
Dengan hasil ini, Singapura mengakhiri fase grup dengan hanya mencetak satu gol dan kebobolan delapan kali. Mereka sebelumnya kalah 0-2 dari Indonesia dan menang 1-0 atas Bangladesh. Kekalahan ini semakin memperberat beban The Lions yang sedang mempersiapkan diri menuju Piala Asia 2027. Sementara itu, pemain naturalisasi Kyoga Nakamura, yang turut bertanding, menyatakan komitmennya untuk bangkit demi tim, meski belum memberikan pernyataan rinci terkait masa depannya.















