Sumbawanews.com,- Pelatih Inter Miami, Guillermo Hoyos, menjelaskan bahwa Lionel Messi belum sepenuhnya pulih secara emosional setelah kepergian sang ayah, Jorge Messi, pada 8 Agustus lalu. Hoyos menegaskan bahwa ia tidak akan memaksa pemain legendaris asal Argentina itu untuk segera kembali fokus 100 persen di lapangan, menghormati proses duka yang sedang dijalani Messi.
Hoyos, yang juga berasal dari Argentina, mengaku sangat memahami kedalaman rasa kehilangan yang dirasakan Messi. “Saya pikir semuanya perlu dilakukan secara bertahap, ada rasa sakit yang mendalam, dan ini bukan sesuatu yang bisa berubah dalam semalam,” ujarnya. Menurutnya, pendekatan terbaik adalah memberikan Messi ruang ketenangan dan kedamaian, bukan tekanan atau pertanyaan yang mengganggu privasinya.
“Kita perlu mendampinginya, berbagi dalam keheningan. Bagi saya itu penting, itu bisa membantu seseorang kembali menemukan jalan,” kata Hoyos. Ia menekankan bahwa Messi adalah sosok luar biasa, bukan hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai manusia yang memiliki keluarga yang sangat berarti baginya.
Meski Messi telah kembali bermain untuk Inter Miami setelah kepergian Jorge, Hoyos menegaskan bahwa komitmen sang pemain tidak perlu diragukan. Namun, ia menolak memburu-buru proses pemulihan emosional Messi. “Ada hal-hal yang sangat pribadi. Kalau saya datang dan menanyakan sederet pertanyaan, Anda mungkin bakal bilang, ‘Ini privasi,’” ujar Hoyos. Ia menambahkan bahwa banyak orang cenderung berbicara tanpa menghargai batasan, padahal saat ini Messi sedang menghadapi tantangan manusiawi yang wajar dan patut dihormati.
Hoyos berkomitmen untuk menjaga privasi Messi, mengingat bahwa keheningan—bukan tekanan atau perhatian berlebihan—adalah bentuk dukungan terbaik di masa sulit seperti ini.















