Sumbawanews.com,- Kemenangan 2-0 Meksiko atas Ekuador di Stadion Mexico City pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 bukan sekadar langkah menuju 16 besar. Laga itu menjadi panggung bagi sejumlah rekor bersejarah yang mengukuhkan kejayaan El Tricolor di kancah dunia.
Gol pertama yang diciptakan Julian Quinones pada menit ke-22 menjadi yang paling spektakuler: rangkaian 14 operan beruntun yang memecahkan rekor sebagai proses gol terpanjang kedua dalam sejarah timnas Meksiko di Piala Dunia sejak 1966. Hanya gol Jared Borgetti ke gawang Italia pada 2002—yang melibatkan 15 umpan—yang lebih panjang.
Babak pertama berakhir dengan skor 2-0, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi dalam 64 pertandingan Meksiko di putaran final Piala Dunia. Ini adalah pertama kalinya El Tricolor unggul dua gol atau lebih saat turun minum.
Di tengah gemerlapnya performa tim, muncul bintang muda bernama Gilberto Mora. Gelandang berusia 17 tahun 259 hari itu menjadi pemain termuda kedua yang start sebagai pemain utama di putaran final Piala Dunia. Ia hanya kalah dari legenda Brasil, Pelé, yang debut sebagai starter pada usia 17 tahun 239 hari di Piala Dunia 1958.
Tak kalah ikonik, Stadion Mexico City kembali membuktikan diri sebagai benteng tak terkalahkan. Sejak Piala Dunia 1970 hingga 2026, Meksiko belum pernah kalah dalam sembilan pertandingan yang dimainkan di venue legendaris ini. Stadion yang pernah menjadi tuan rumah tiga edisi Piala Dunia dan dua final itu kini semakin mengukuhkan statusnya sebagai simbol kekuatan tuan rumah di panggung sepak bola dunia.















