Home Serba Serbi Tekno Mahasiswa UGM Ciptakan Camilan dan Aplikasi Pengendali Kecemasan

Mahasiswa UGM Ciptakan Camilan dan Aplikasi Pengendali Kecemasan

Sumbawanews.com,- Pada 30–31 Mei 2026, di Kuala Lumpur, Malaysia, tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada meraih tiga medali perak di ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026 berkat inovasi berbasis kesehatan mental: CalmBar, camilan fungsional, dan SELF-SCAN, aplikasi pemantau emosi berbasis teknologi digital.

CalmBar adalah _snack bar_ yang dirancang khusus untuk membantu meredakan gejala kecemasan pada remaja dan dewasa muda. Produk ini menggabungkan prinsip _nutritional neuroscience_ dan _sensory grounding_ dengan bahan alami seperti kacang hijau, biji labu, _duckweed_ (Lemna minor), kacang tanah, peppermint, madu, kismis, dan minyak kelapa murni. Semua bahan dipilih karena kandungan protein nabati, magnesium, zat besi, antioksidan, serta senyawa bioaktif seperti GABA, triptofan, dan mentol—yang diketahui mendukung regulasi emosi dan fungsi sistem saraf.

Ketua tim, Ikhlasul Amal dari Fakultas Biologi UGM, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental di kalangan generasi muda. Menurut data WHO, lebih dari satu miliar orang di dunia hidup dengan gangguan mental, dengan kecemasan dan depresi sebagai yang paling dominan. Di Indonesia, angka bunuh diri yang tercatat resmi sebesar 2,4 per 100 ribu penduduk, namun studi 2024 dalam _The Lancet Regional Health-Southeast Asia_ memperkirakan angka sebenarnya 860 persen lebih tinggi.

Untuk memperkuat pendekatan ini, tim juga mengembangkan aplikasi SELF-SCAN yang menggunakan metode _Ecological Momentary Assessment_ (EMA). Aplikasi ini memantau dinamika psikologis pengguna secara real-time, mengidentifikasi pemicu kecemasan, dan memberikan intervensi berbasis pola pikir. Fitur-fiturnya, seperti Algorithmic Trigger Radar, The Auditor, dan Pattern Intelligence, dirancang untuk membangun kesadaran metakognitif dan ketahanan mental jangka panjang.

“Kami ingin menciptakan pendekatan holistik—menggabungkan nutrisi dan teknologi digital agar generasi muda bisa mengelola kecemasan secara komprehensif,” ujar Amal.

CalmBar juga dilengkapi panduan latihan pernapasan dan teknik _grounding_ 5-4-3-2-1 pada kemasannya, sementara SELF-SCAN berfungsi sebagai “teman digital” yang terus belajar dari perilaku pengguna. Keduanya dirancang sebagai satu sistem saling melengkapi: CalmBar menenangkan tubuh melalui nutrisi dan sensorik, sementara SELF-SCAN menenangkan pikiran melalui refleksi dan kesadaran.

Tim yang terdiri dari mahasiswa lintas disiplin—Qorina Nisrina Hafshah (Teknologi Pertanian), Zikra Fataha Al Mutansir (Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan), serta Diva Nadiartalika dan Athar Rosyad Partadireja (Psikologi)—mengaku terinspirasi oleh kebutuhan nyata di masyarakat, bukan sekadar proyek akademik.

Penghargaan yang diraih meliputi Silver Medal Theme Sub Health, Silver Medal Sub Theme Food, dan Favorite Poster Theme Sub Food. Inovasi ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana sains, teknologi, dan kemanusiaan bisa bersinergi untuk menjawab tantangan kesehatan mental di era modern.

Previous articleApple Rilis iPhone 16e Refurbished, Harga Mulai Rp7,5 Juta
Next articlePramono Anung Terapkan Galian Terpadu, Hindari Bongkar-Ulang Jalan di TB Simatupang