Home Berita Internasional Kucing, Penjaga Rahasia Leningrad

Kucing, Penjaga Rahasia Leningrad

Sumbawanews.com,- Di tengah dinginnya St. Petersburg, kucing tak hanya hewan peliharaan—mereka adalah saksi bisu sejarah. Di setiap suvenir, buku anak, dan bahkan di sudut Museum Hermitage, wajah kucing menghiasi segala hal. Tapi jika Anda berjalan di jalanan kota ini, Anda mungkin hanya melihat satu atau dua ekor saja. Mengapa?

Jawabannya tersembunyi dalam sejarah yang tak pernah dilupakan.

Pada abad ke-18, Permaisuri Yelizaveta Petrovna mengirim ratusan kucing pemburu tikus ke Istana Musim Dingin. Wabah hama mengancam persediaan makanan kekaisaran, dan hewan-hewan berbulu itu berhasil menyelamatkan gudang-gudang istana. Tradisi ini berlanjut ketika Permaisuri Ekaterina II mendirikan Museum Hermitage pada 1764—kucing-kucing itu pun diangkat menjadi penjaga resmi koleksi seni terbesar di dunia. Hingga kini, puluhan kucing tetap tinggal di ruang bawah tanah museum, dirawat oleh staf khusus, dan dikenal sebagai *Hermitage Cats*.

Namun, peran mereka tak berhenti di istana.

Pada Perang Dunia II, ketika Leningrad terkepung selama 872 hari oleh Nazi, kelaparan dan kehancuran melanda. Setelah pengepungan berakhir, kota yang porak-poranda dihadapkan pada ancaman baru: tikus yang berkembang biak liar di reruntuhan, mengancam sisa-sisa persediaan pangan dan kesehatan warga. Dalam keadaan darurat, ribuan kucing didatangkan dari seluruh Rusia—dari desa-desa terpencil hingga kota-kota besar. Mereka bukan sekadar hewan peliharaan. Mereka adalah pasukan penyelamat.

Tanpa mereka, wabah penyakit akibat tikus bisa memakan korban lebih banyak lagi. Dan tanpa mereka, pemulihan Leningrad—yang kemudian menjadi St. Petersburg—mungkin tak secepat itu terwujud.

Kini, kucing tak lagi berkeliaran di jalanan. Cuaca yang ekstrem membuat mereka lebih sering bersembunyi di dalam rumah. Tapi kehadiran mereka tetap terasa. Di magnet di kios suvenir, di motif syal di Kazan Square, di cerita anak yang dibacakan ibu kepada putrinya—kucing adalah simbol ketahanan, keberanian, dan ingatan kolektif.

Mereka bukan hewan biasa. Mereka adalah penjaga istana, penyelamat kota, dan pelindung ingatan. Di St. Petersburg, kucing bukan sekadar hewan—mereka adalah sejarah yang berjalan, berbulu, dan berbisik pelan di setiap sudut kota.

Previous article18 Dapur Gizi Dibekukan karena Monopoli Suplier
Next articleHarmony: Mimpi Remote Universal yang Tak Terwujud
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.