Home Berita Nasional Koordinasi Lintas Kementerian Dorong Pemulihan Sungai di Tiga Kabupaten Sumbar

Koordinasi Lintas Kementerian Dorong Pemulihan Sungai di Tiga Kabupaten Sumbar

Sumbawanews.com,- Monitoring Satgas PRR menunjukkan kemajuan signifikan dalam pemulihan pascabencana di Pariaman, Solok, dan Tanah Datar, namun sejumlah tantangan strategis di sungai-sungai kritis masih memerlukan intervensi pusat. Tim yang dipimpin Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang melakukan peninjauan lapangan dari 14 hingga 16 Juli 2026, mengidentifikasi hambatan yang hanya bisa diatasi melalui sinergi kementerian dan lembaga terkait.

Di Kota Pariaman, tebing Sungai Batang Mangor yang rusak terus mengancam permukiman, jalan, dan fasilitas pendidikan, sehingga pemerintah kota meminta percepatan pembangunan turap oleh Balai Besar Wilayah Sungai. Di Kabupaten Solok, sedimentasi tebal di Sungai Saniang Baka dan Batang Muaro Bungai menghambat pemulihan pertanian, dengan 64 hektare sawah di Desa Paninggahan tertimbun sedimen setebal satu meter. Sementara di Tanah Datar, pembangunan pengaman sungai permanen, rehabilitasi irigasi, dan penanganan Jembatan Bayang menjadi prioritas, sementara 13 kolam budidaya ikan di Jorong Baiang masih tertimbun material banjir, memaksa masyarakat menggunakan kolam terpal sementara.

Capaian lainnya telah terwujud: penyaluran bantuan hidup, uang perabot, dan stimulan ekonomi di Tanah Datar tuntas 100 persen; 90 persen dari 126 rumah rusak telah diperbaiki; empat dari tujuh sistem penyediaan air minum di Solok telah direhabilitasi; dan delapan sekolah di sana mencapai progres 45 persen. Di Pariaman, SMP Negeri 8 dan Puskesmas Kurai Taji sudah beroperasi normal. Realisasi Transfer ke Daerah Tambahan 2026 di Solok mencapai Rp25,09 miliar dari alokasi Rp144,67 miliar.

Satgas PRR menekankan bahwa koordinasi lintas kementerian menjadi kunci percepatan penyelesaian pekerjaan yang belum selesai. Pendekatan ini selaras dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno yang menegaskan pentingnya sinkronisasi dan sinergi dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Previous articleEmas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Disebut Aset Yayasan Dakwah Islam
Next articleRodri Siap Hadapi Messi di Final Piala Dunia 2026