Home Berita Internasional Kemlu RI Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Gelombang Panas di Eropa

Kemlu RI Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Gelombang Panas di Eropa

Sumbawanews.com,- Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, memastikan hingga Rabu (1/7/2026), tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara Eropa. Meski suhu udara mencapai rekor tertinggi di Slovakia dan Hungaria—masing-masing 41,3 derajat Celsius dan 42 derajat Celsius—serta memicu krisis air bersih dan lonjakan kematian di Prancis hingga 1.000 kasus di atas angka normal, seluruh perwakilan RI di Eropa melaporkan tidak ada WNI yang mengalami dampak serius.

Heni menjelaskan, jajaran diplomatik di berbagai negara Eropa telah aktif mengawasi kondisi terkini dan terus mengimbau WNI untuk tetap waspada, menghindari paparan sinar matahari berlebihan, dan menjaga hidrasi tubuh. Semua kantor perwakilan juga membuka jalur komunikasi darurat bagi WNI yang membutuhkan bantuan.

Gelombang panas yang dimulai pada akhir Juni 2026 ini menyerang wilayah Jerman, Republik Ceko, dan Polandia dengan suhu mencapai 40 derajat Celsius, sebelum bergerak ke timur dan memecahkan rekor di negara-negara Balkan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sedikitnya 1.300 kematian di atas angka normal di Eropa sejak 21 Juni, dengan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa benua ini mengalami pemanasan dua kali lebih cepat daripada rata-rata global.

Infrastruktur di banyak kota Eropa, yang tidak dirancang untuk menghadapi suhu ekstrem, kini mengalami tekanan berat. Pipa air retak, listrik padam, dan layanan transportasi terganggu menjadi dampak nyata dari fenomena iklim yang semakin sering terjadi. Namun, upaya koordinasi diplomatik Indonesia terbukti efektif: hingga kini, tidak seorang pun WNI yang tercatat menjadi korban.

Kemlu RI terus memantau perkembangan cuaca dan siap memberikan respons cepat jika diperlukan. Sementara itu, masyarakat Indonesia yang berada di Eropa diminta tetap mengikuti informasi resmi dari perwakilan RI setempat dan menghindari perjalanan non-esensial di siang hari.

Previous articleIndonesia Juara eFootball di China, Kalahkan Jepang di Final Dramatis
Next articleGunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Kilometer