Sumbawanews.com,- Jakarta, 4 Juli 2026 — Wali Kota New York City Zohran Mamdani menegaskan bahwa keistimewaan Amerika Serikat bukan berasal dari kekuatan militer atau dominasi global, melainkan dari kemampuannya untuk terus berubah dan memperbaiki diri. Pernyataan itu disampaikannya dalam pidato bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, yang digelar di New York City Hall pada Jumat (3/7), tepat sehari sebelum Donald Trump menyampaikan pidato serupa di Mount Rushmore.
Mamdani mengingatkan bahwa Amerika lahir dari perjuangan membebaskan diri dari kekuasaan Inggris, bukan dari kekuatan atau keunggulan militer. Ia menekankan bahwa semangat para pendiri bangsa justru terletak pada keberanian menciptakan sistem pemerintahan yang terbuka terhadap perubahan, bukan yang statis atau otoriter. Dalam pidatonya, ia secara tegas menolak narasi “Make America Great Again” yang selama ini dikaitkan dengan gagasan keunggulan melalui kekuasaan.
Ia menyoroti distorsi makna *American exceptionalism* yang kerap disalahartikan sebagai simbol superioritas, padahal esensinya justru terletak pada dinamisme dan inklusivitas. Mamdani menegaskan bahwa sejarah AS dibangun oleh beragam kelompok—dari keturunan budak Afrika hingga imigran dari seluruh penjuru dunia—yang datang mencari kehidupan lebih baik. Ia juga menolak pandangan patriotisme yang memaksa pilihan antara “cintai Amerika atau tinggalkan”, menegaskan bahwa mencintai negara berarti berani mengkritik dan memperbaikinya.
Pidato Mamdani digelar di meja bersejarah milik George Washington, simbol awal perjuangan demokrasi Amerika, sementara Trump dijadwalkan berpidato di Mount Rushmore, lokasi yang menjadi simbol kekuatan dan kepemimpinan individual. Perbedaan lokasi dan narasi itu menjadi gambaran nyata dari dua visi berlawanan tentang identitas bangsa Amerika di tengah polarisasi politik yang kian tajam.















