Sumbawanews.com,- BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengkonservasi 361 spesies tumbuhan terancam punah dalam 2.370 spesimen hidup di lima kebun raya miliknya, berdasarkan analisis koleksi ilmiah hingga Desember 2025. Sebanyak 214 spesies di antaranya adalah flora asli Indonesia, termasuk 63 spesies endemik yang hanya ditemukan di wilayah negara ini. Salah satu contoh kritis adalah mangga kasturi (Mangifera casturi), yang kini hanya bertahan hidup melalui koleksi di kebun raya karena statusnya telah punah di alam liar. Data ini diambil dari klasifikasi Daftar Merah IUCN, di mana 88,4 persen spesies yang dikoleksi berada dalam kategori endangered dan vulnerable.
Lutfi Rahmaningtyas, Pelaksana Fungsi Pemrosesan Koleksi Ilmiah Hayati Hidup–KKI Kebun Raya Cibinong, menekankan bahwa 260 dari 361 spesies tersebut hanya tersimpan di satu lokasi kebun raya saja, sehingga rentan hilang jika terjadi bencana atau wabah penyakit. Untuk itu, BRIN berencana melakukan verifikasi lapangan, audit asal-usul koleksi, evaluasi perbanyakan, serta memperbanyak spesies kritis sebagai cadangan di kebun raya lain. Ia menegaskan bahwa efektivitas konservasi tumbuhan tidak hanya terletak pada pengumpulan spesies, tetapi pada integrasi jaringan nasional yang saling melengkapi, disesuaikan dengan tiga wilayah fitogeografi Indonesia: Sunda Shelf, Wallacea, dan Sahul Shelf. Dengan demikian, upaya pelestarian harus berbasis keseimbangan regional dan spesialisasi, bukan konsentrasi koleksi pada satu institusi.















