Sumbawanews.com,- Beijing – Sebuah kalung berbasis kecerdasan buatan bernama PettiChat kini menjadi perhatian global setelah diklaim mampu menerjemahkan suara anjing, kucing, dan hewan peliharaan lainnya ke dalam bahasa manusia dengan akurasi hingga 95 persen. Perangkat yang dikembangkan oleh ilmuwan China, Meng Xiaoyi, dipasang pada leher hewan dan terhubung ke aplikasi smartphone, mengubah gonggongan, meongan, atau desisan menjadi pesan sederhana seperti “perhatikan saya”, “saya ingin camilan”, atau “tinggalkan saya sendiri”.
Dilansir dari Channel News Asia, sistem AI dalam PettiChat menganalisis jutaan data suara dan perilaku hewan yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun. Tak hanya menerjemahkan suara hewan, perangkat ini juga mampu mengubah ucapan pemilik menjadi sinyal yang bisa dipahami hewan—dengan latensi hanya 1,2 detik, memungkinkan komunikasi hampir real-time.
Sejak dibuka untuk pre-order awal bulan ini, lebih dari 10.000 unit telah dipesan oleh pemilik hewan di berbagai negara. PettiChat juga dilengkapi fitur pelacak lokasi, pemantauan aktivitas harian, dan riwayat percakapan digital antara hewan dan pemiliknya. Perangkat tahan air ini dijual dengan harga sekitar 235 dolar Australia, dengan biaya langganan bulanan untuk mengakses seluruh fitur AI-nya.
Namun, klaim spektakuler ini menuai skeptisisme dari kalangan ilmuwan dan pakar kecerdasan buatan. Hingga kini, belum ada studi independen yang dipublikasikan di jurnal ilmiah untuk memverifikasi tingkat akurasi yang disebut-sebut. Para ahli mempertanyakan apakah suara hewan—yang sangat kontekstual dan dipengaruhi oleh emosi, lingkungan, dan kondisi fisik—bisa benar-benar diartikan sebagai “makna” yang konsisten seperti kalimat manusia.
“Mengenali pola suara bukan berarti memahami niat atau emosi,” ujar seorang ahli perilaku hewan dari Universitas Cambridge yang tidak ingin disebutkan namanya. “Kita belum memiliki peta neurologis yang cukup lengkap untuk menghubungkan suara dengan pikiran hewan secara akurat.”
Meski demikian, minat publik terhadap teknologi ini tetap tinggi. Banyak pemilik hewan melihat PettiChat bukan sekadar alat teknis, tapi sebagai jembatan emosional—sebuah cara untuk merasa lebih dekat dengan makhluk peliharaan yang selama ini hanya bisa diam dan mengeluarkan suara tanpa jawaban.
Di tengah debat ilmiah yang belum selesai, satu hal pasti: dalam dunia yang semakin dipenuhi teknologi, manusia kini tak lagi puas hanya memelihara hewan—mereka ingin berbicara dengannya.

















