Sumbawanews.com,- Pelatih Real Madrid Jose Mourinho langsung menegakkan disiplin sejak hari pertama masa keduanya di Santiago Bernabéu, pada awal Agustus 2026. Dengan tegas, ia menegaskan bahwa tidak ada pemain—tak peduli seberapa besar nama atau statusnya—yang boleh menikmati keistimewaan khusus dalam ruang ganti. Ia menekankan bahwa kedisiplinan harian, ketepatan waktu, fokus selama latihan, dan tanggung jawab pribadi adalah fondasi utama untuk membangun kembali budaya tim yang ia anggap krusial.
Mourinho, yang baru kembali ke Real Madrid setelah lebih dari satu dekade, mulai menerapkan standar ketat bahkan sebelum para pemain menginjak lapangan latihan. Ia memantau setiap detail kecil: kehadiran tepat waktu, sikap selama sesi, hingga komitmen harian. Menurutnya, kebiasaan-kebiasaan sepele yang dibiarkan bisa merusak konsistensi dan daya saing tim dalam jangka panjang. Ia ingin seluruh pemain memahami bahwa menjaga standar Real Madrid bukan pilihan, tapi kewajiban bersama.
Meski baru saja memuji skuadnya usai kemenangan 3-0 atas Schalke 04 dengan mengatakan, “Bagus, sangat bagus, dan sangat-sangat bagus,” Mourinho kini menghadapi tantangan lebih besar: menyatukan beragam bakat individu di bawah satu identitas tim yang utuh. Ia percaya bahwa keberhasilan tidak datang dari nama-nama besar, tapi dari kesatuan, kerja keras, dan disiplin tanpa kompromi.
Dengan pendekatan tegas ini, Mourinho bukan hanya memperbaiki performa, tapi merevolusi mentalitas tim—dari dalam ruang ganti, hingga ke lapangan.















