Sumbawanews.com,- Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkap bahwa pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, secara aktif menyerap budaya sepak bola Tanah Air dengan turun langsung bermain sepak bola pantai bersama warga lokal. Kegiatan ini dilakukan Herdman di berbagai lokasi, termasuk di pantai Lombok, sebagai bagian dari upayanya memahami karakter dan dinamika permainan di level akar rumput. Pernyataan itu disampaikan Erick dalam konferensi pers Piala Presiden 2026 di SCTV Tower, Senayan City, Jakarta, pada Senin, 6 Juli 2026. Ia menilai pendekatan semacam itu jauh lebih mendalam daripada sekadar mempelajari taktik di ruang latihan, karena memungkinkan pelatih asing merasakan langsung semangat, kegembiraan, dan kedekatan emosional masyarakat terhadap bola.
Erick menekankan bahwa sepak bola di Indonesia bukan hanya soal teknik atau strategi, tetapi juga tentang hubungan sosial, atmosfer komunitas, dan kehangatan interaksi di luar stadion. Dengan ikut bermain bersama anak-anak muda di tepi pantai, Herdman menunjukkan kepekaan budaya yang jarang ditemukan pada pelatih asing. “Saya sempat tanya, ‘Coach kenapa?’ Dia bilang ingin tahu kulturnya,” ujar Erick, menirukan jawaban Herdman. Menurutnya, pengalaman langsung inilah yang menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan dan memahami cara pemain Indonesia berpikir, bermain, dan merespons tekanan.
Pendekatan ini, lanjut Erick, sejalan dengan visi PSSI untuk membangun ekosistem sepak bola yang holistik—menghubungkan tim nasional, liga klub, dan komunitas lokal. Ia menilai, semakin dalam pelatih memahami konteks sosial-budaya, semakin efektif pula ia membentuk tim yang tidak hanya tangguh secara teknis, tetapi juga menyatu dengan semangat bangsa. Herdman, kata Erick, bukan sekadar pelatih yang datang untuk mengajar, melainkan sosok yang ingin belajar—dari masyarakat, dari pantai, dari setiap tendangan yang dilempar tanpa lapangan resmi.
Dalam kesempatan yang sama, Erick juga menyinggung pentingnya keseimbangan antara agenda tim nasional dan kompetisi klub, terutama menjelang Piala Presiden 2026 yang akan bergulir pada 25 Juli mendatang. Ia menegaskan bahwa pembinaan pemain muda dan sinergi antarlevel menjadi kunci utama kemajuan sepak bola Indonesia ke depan.















