Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Dwi Rahayu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa mengungkapkan, sedikitnya 1.000 kepala keluarga (KK) dari Desil 1 dan Desil 2 menjadi sasaran program Gema (Gerakan masayrakat) Pangan Dan Herbal. Program tersebut merupakan program kolaboratif untuk percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sumbawa 2025-2030.
Baca Juga: Bupati Sumbawa Lepas Peserta Training Center MTQ XXXI Tingkat Nasional
Dijelaskan, Gema Pangan Dan Herbal mengubah Bantuan Konsumtif Menjadi Kapasitas Produktif. Dan difokuskan pada 5 kecamatan, yakni Kecamatan Moyo Hulu, Labuhan Badas, Lopok, Utan, dan Alas.
“Ini adalah inovasi daerah yang mengintegrasikan ketahanan pangan, kesehatan preventif, dan penguatan ekonomi ke dalam satu ekosistem pekarangan rumah tangga,” ungkapnya.
Diungkapkan, melalui program tersebut akan merubah Penerima Bantuan Menjadi Produsen melalui beberapa tahapan dan pendampingan. Yakni Pelatihan budidaya lele/sayuran dan edukasi PHBS/Gizi. Injeksi aset produktif berupa Kolam terpal, bibit TOGA, polybag. Pendampingan NIB, PIRT, Halal dan Akses Dunia Usaha.
“Sehingga outputnya menjadi operator UMKM Keluarga Mandiri, dengan kondisi Tahan pangan, sehat, memiliki arus kas baru,” jelas dia.
Disebutkan pula, efek pengganda ekonomi mikro dari program tersebut berupa Penurunan Biaya Dapur karena Ketersediaan protein lele dan sayur mandiri. Penurunan Biaya Kesehatan karena Tindakan preventif via Apotek Hidup TOGA. Arus Kas Baru UMKM karena Penjualan produk herbal, teh, jahe instan ke mitra pasar. Dan Lepas dari Kemiskinan Ekstrem karena Akumulasi kapital rumah tangga dan berakhirnya ketergantungan pada bansos. (Using)















