Sumbawanews.com,- Massachusetts — Kejutan besar tercipta di Stadion Gillette, Massachusetts, pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026. Paraguay berhasil memimpin 1-0 atas juara dunia empat kali, Jerman, usai babak pertama berakhir, meski sepanjang 45 menit pertama dikuasai sepenuhnya oleh tim asuhan Julian Nagelsmann.
Jerman tampil dominan sejak peluit awal. Penguasaan bola mencapai 81 persen, dengan lebih dari 239 operan yang mereka lakukan dibandingkan hanya 31 milik Paraguay. Florian Wirtz menjadi otak serangan, kerap mengancam pertahanan lawan lewat umpan-umpan presisi dan tembakan dari luar kotak penalti. Namun, ketajaman tak kunjung menyusul. Kai Havertz gagal memanfaatkan peluang emas di menit ketujuh, dan sundulan Wirtz di menit ke-23 melambung di atas mistar gawang.
Sementara itu, Paraguay memilih taktik bertahan rapat, memadatkan lini belakang dan menunggu momen serangan balik. Kiper Manuel Neuer harus bekerja keras menyelamatkan gawangnya dari sundulan Julio Alonso setelah sepak pojok di menit kedua. Pertahanan La Albirroja, dipimpin Juan Canale, tampil disiplin dan tak memberi ruang sedikit pun kepada striker Jerman.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-42. Sepak pojok Miguel Almiron yang sempat dipukul Neuer kembali diklaim oleh Paraguay. Almiron mengirim umpan pendek ke Mathias Galarza di sayap kanan, yang langsung melepaskan silang mendatar ke kotak penalti. Julio Enciso, yang tak terawasi, menyambut bola dengan sundulan keras yang memantul di tanah sebelum bersarang di pojok gawang Neuer. Gol itu menjadi peluang pertama yang benar-benar berbahaya bagi Paraguay sepanjang babak pertama.
Jerman berusaha membalas di injury time. Joshua Kimmich mendapat peluang dari sepak pojok, namun tembakannya dari jarak dekat masih bisa ditepis kiper Orlando Gill. Wirtz pun mencoba mengandalkan umpan silang yang berubah arah, tapi hanya menghasilkan sepak pojok lagi.
Hingga peluit panjang dibunyikan wasit Jayal Jayed dari Maroko, skor 1-0 untuk Paraguay tetap bertahan. Dominasi teknis Jerman tak mampu mengubah hasil. Tim Der Panzer kini harus bangkit dari keterpurukan di babak kedua jika ingin menghindari kekalahan memalukan dan tersingkir lebih awal dari turnamen.















