Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, terdiam dalam keheningan yang berat usai timnya dikalahkan Brasil 1-2 dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Amerika Serikat, Selasa, 30 Juni 2026. Samurai Biru, yang sempat memimpin lewat gol Kaishu Sano di babak pertama, harus menyerah di menit-menit terakhir setelah dua gol balasan Brasil—dari Casemiro dan Gabriel Martinelli—memutus mimpi mereka melangkah ke babak 16 besar.
Moriyasu, yang memimpin tim sejak 2018 dan baru saja memperpanjang kontraknya hingga 2028, tak mampu menyembunyikan kekecewaan. Namun, ia justru memilih mengapresiasi perjuangan para pemain yang tampil disiplin, penuh semangat, dan hampir menciptakan kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia Jepang.
“Saya sangat kecewa karena kami harus pergi di tahap ini. Tapi para pemain telah memberikan segalanya—hari ini, dan sepanjang turnamen ini,” ujar Moriyasu dalam konferensi pers pasca-laga, dikutip dari pernyataan resmi FIFA.
Jepang tampil sebagai tim yang terorganisir, memanfaatkan kecepatan dan presisi teknis untuk menghambat dominasi Brasil di babak pertama. Sano, yang mencetak gol pertama setelah memanfaatkan umpan silang akurat dari Takehiro Tomiyasu, menjadi simbol perlawanan tim kecil melawan raksasa. Namun, pengalaman dan ketajaman Brasil yang teruji di level tertinggi akhirnya menemukan celah.
Casemiro menyamakan kedudukan pada menit ke-67 setelah memanfaatkan kekeliruan pertahanan Jepang dalam situasi tendangan bebas. Tiga menit menjelang waktu tambahan, Martinelli—yang baru saja masuk sebagai pemain pengganti—menyelesaikan serangan balik mematikan dengan tembakan akurat dari sisi kiri, mengakhiri harapan Jepang.
Meski kalah, Moriyasu menegaskan bahwa kekalahan ini bukan akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan baru. “Kami menerima hasil ini. Tapi kami juga belajar. Ini akan menjadi fondasi bagi generasi berikutnya untuk bangkit lebih kuat.”
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf pelatih, tim medis, dan para pendukung yang tak henti-hentinya mendoakan tim dari seluruh penjuru dunia. “Mereka tidak hanya mendukung kami di stadion. Mereka mendukung kami di hati.”
Dengan kekalahan ini, perjalanan Jepang di Piala Dunia 2026 berakhir di babak 32 besar—hasil terbaik mereka sejak 2018. Sementara Brasil, yang kini melaju ke babak 16 besar, akan menghadapi pemenang laga antara Pantai Gading dan Norwegia.
Di tengah duka, Moriyasu berdiri tegak, menatap para pemainnya yang masih berdiri di tengah lapangan, menangis, memeluk satu sama lain. Ia berjalan perlahan, mengangkat tangan, dan memberi hormat—bukan hanya sebagai pelatih, tapi sebagai seorang yang bangga pada anak-anak didiknya yang telah membawa nama Jepang ke puncak dunia, meski hanya sejenak.















