Home Berita Internasional Jepang Rekrut Sopir Bus dari RI Hadapi Krisis Tenaga Kerja

Jepang Rekrut Sopir Bus dari RI Hadapi Krisis Tenaga Kerja

Sumbawanews.com,- Di tengah krisis tenaga kerja yang semakin dalam, Jepang mulai membuka pintu lebar-lebar bagi pekerja asing, termasuk warga negara Indonesia, untuk mengisi posisi kritis seperti sopir bus. Kebijakan ini resmi diberlakukan mulai Agustus 2023, sebagai respons terhadap kekurangan mendesak di sektor transportasi publik yang kian parah akibat populasi tua dan sedikitnya generasi muda yang tertarik bekerja di bidang ini.

Pemerintah Jepang melalui Kementerian Transportasi dan Infrastruktur telah mengizinkan penempatan sopir bus asing, dengan fokus utama pada pekerja dari Indonesia, Filipina, dan Vietnam. Di antara negara-negara tersebut, Indonesia menjadi salah satu sumber utama tenaga kerja karena tingkat keterampilan bahasa Jepang yang meningkat pesat di kalangan calon pekerja, serta rekam jejak disiplin dan ketahanan kerja yang diakui secara internasional.

Calon sopir dari Indonesia harus melewati serangkaian uji kompetensi, termasuk pelatihan bahasa Jepang tingkat N3 atau setara, uji kesehatan, dan pelatihan khusus tentang aturan lalu lintas Jepang yang ketat. Mereka juga wajib mengikuti program orientasi budaya selama tiga minggu sebelum ditempatkan di perusahaan transportasi di kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan Sapporo.

Perusahaan bus besar seperti Kanto Transportation dan Nishinihon Bus telah mulai merekrut puluhan pekerja asing sejak awal tahun ini. Salah satu perusahaan mengaku telah mengalami penurunan 40% jumlah sopir dalam lima tahun terakhir, dengan rata-rata usia sopir saat ini mencapai 58 tahun. “Kami tidak punya pilihan selain mencari tenaga kerja muda dari luar. Tanpa mereka, layanan bus di banyak daerah akan berhenti,” ujar seorang manajer sumber daya manusia di perusahaan tersebut.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan menyambut positif langkah ini, menganggapnya sebagai peluang strategis untuk meningkatkan remitansi dan pengalaman kerja bagi warga negara. Hingga Juni 2023, lebih dari 1.200 warga Indonesia telah diberangkatkan ke Jepang untuk bekerja sebagai sopir bus, dengan gaji rata-rata sekitar 250.000 yen per bulan (sekitar Rp27 juta), belum termasuk tunjangan akomodasi dan asuransi kesehatan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari kebijakan lebih luas Jepang untuk mengatasi defisit tenaga kerja yang diprediksi akan mencapai 7,8 juta orang pada tahun 2030. Dengan populasi yang terus menyusut dan angka kelahiran yang terendah sepanjang sejarah, negara ini semakin bergantung pada imigrasi terampil—bukan hanya untuk pekerjaan berat, tetapi juga untuk posisi yang membutuhkan tanggung jawab tinggi, seperti mengemudikan kendaraan umum.

Bagi banyak pekerja Indonesia, pekerjaan ini bukan sekadar lapangan kerja, tapi jalan menuju masa depan yang lebih stabil. “Saya ingin bisa menyekolahkan adik-adik saya, dan membangun rumah di kampung,” kata Suryadi, 29, sopir bus asal Yogyakarta yang baru saja tiba di Fukuoka. “Di sini, saya dihargai. Saya tidak merasa seperti orang asing.”

Previous articleJude Bellingham Hindari Kartu Merah Kontroversial, Paraguay Ajukan Keberatan ke FIFA
Next articleNusuk Travel Luncurkan Paket Akomodasi Strategis Jelang Musim Haji dan Umrah