Sumbawanews.com,- Perusahaan Overland Mail Company meluncurkan dua pengantar pos pertama pada 15 September 1858, menandai dimulainya layanan pos darat pertama yang menghubungkan wilayah timur dan barat Amerika Serikat. Layanan ini memenuhi permintaan lama masyarakat akan pengiriman surat yang lebih cepat dan andal, terutama setelah ledakan populasi di California pasca Gold Rush 1849. Kongres AS sebelumnya telah mengesahkan undang-undang pada Maret 1857 yang memberi subsidi tahunan sebesar US$600 ribu kepada perusahaan yang mampu mengantarkan surat dari St. Louis ke San Francisco dalam waktu kurang dari 25 hari.
Overland Mail Company, yang dipimpin oleh John Butterfield dan William Fargo, menginvestasikan US$1 juta untuk memperbaiki rute sepanjang 4.500 kilometer dan membangun pos pemberhentian setiap 16 hingga 24 kilometer. Kereta kuda Concord yang dirancang khusus dengan sembilan tempat duduk dan ruang bagasi untuk surat menjadi alat utama pengiriman, berjalan tanpa henti siang dan malam. Namun, perjalanan ini jauh dari nyaman: penumpang harus berdesakan dalam kendaraan yang berguncang, menghadapi debu tebal, cuaca ekstrem, makanan mahal dan buruk, serta risiko perampokan dan serangan suku asli. Banyak yang memilih tidur di atas kereta demi menghindari kehilangan kursi di pemberhentian berikutnya, meski guncangan dan kebisingan membuat tidur nyenyak hampir mustahil.
Meski layanan Pony Express muncul sebagai pesaing, jalur ini tetap beroperasi sebagai bagian dari Wells, Fargo and Company hingga 10 Mei 1869, ketika pemerintah AS membatalkan kontrak pengiriman surat lintas darat terakhir.















