Sumbawanews.com,- Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menegaskan bahwa masa depan Jakarta tidak lagi bisa dibangun dengan cara lama. Dalam kunjungannya ke Jakarta Urban Knowledge Hub (JUKH) pada Senin (8/6/2026), ia menyerukan kolaborasi menyeluruh antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, peneliti, industri, hingga masyarakat—semua harus menjadi bagian dari ekosistem inovasi yang berbasis bukti dan riset.
“Saatnya kita membangun Jakarta dengan sains dan teknologi,” ujar Stella, menekankan bahwa kebijakan kota tidak lagi bisa hanya mengandalkan intuisi atau pengalaman semata. Ia menilai JUKH sebagai titik sentral yang menghubungkan hasil riset akademik dengan kebutuhan nyata pembangunan perkotaan, mulai dari transportasi, pengelolaan sampah, hingga perencanaan tata ruang berbasis data.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menambahkan, transformasi Jakarta menjadi kota global yang berdaya saing harus didorong oleh pendekatan berbasis bukti. “Kita tidak lagi bisa membangun jalan hanya karena ada kebutuhan, tapi karena data menunjukkan di mana kemacetan paling kritis, di mana emisi paling tinggi, dan di mana masyarakat paling membutuhkan solusi teknologi,” ujarnya.
Salah satu fokus strategis yang disoroti adalah pengelolaan sampah. Dengan memanfaatkan teknologi dan edukasi berbasis ilmiah, Pemprov DKI mendorong budaya pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga hingga sekolah, sekaligus memperkuat infrastruktur pengolahan berbasis teknologi tinggi. Langkah ini sejalan dengan upaya menjadikan Jakarta sebagai *international talent hub*—pusat daya tarik bagi mahasiswa, peneliti, dan inovator global.
Stella menekankan, potensi ini hanya bisa diwujudkan jika ada integrasi kuat antara kebijakan pusat dan daerah. “Pendidikan tinggi dan riset bukan sekadar tanggung jawab kementerian. Ini adalah tanggung jawab bersama—dari ruang kelas hingga ruang rapat gubernur,” katanya.
Dengan JUKH sebagai jembatan, Jakarta bergerak menuju model kota masa depan: bukan hanya cerdas, tapi juga adil, berkelanjutan, dan didorong oleh ilmu pengetahuan. Di tengah tantangan urbanisasi yang kian kompleks, pilihan jelas: berinovasi atau tertinggal.

















