Sumbawanews.com,- Pesawat tempur siluman J-20 milik Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China terdeteksi di dua pangkalan dekat perbatasan India, tepatnya 245 kilometer dari Daulat Beg Oldie di Ladakh dan 344 kilometer dari Tawang di Arunachal Pradesh. Citra satelit pada 9 Juli 2026 menunjukkan delapan unit J-20 berada di Pangkalan Udara Hotan, Xinjiang, sementara empat lainnya terlihat di Damxung, Tibet, pada 25 Juni 2026. Total 12 pesawat generasi kelima itu tercatat dalam rentang dua pekan, memperkuat kekhawatiran atas peningkatan kehadiran udara China di wilayah Himalaya. Meski belum ada konfirmasi penempatan permanen, analisis menilai kemunculan ini bisa terkait latihan tahunan “Red Sword” atau proses transisi Brigade Udara ke-99 dari J-16 ke J-20.
Kemunculan J-20 di Hotan bukanlah yang pertama. Citra satelit pada Oktober 2025 juga menunjukkan 12 unit J-20 bersama J-16, H-6, Y-20, dan KJ-500 di pangkalan yang sama, yang dianalisis sebagai bagian dari latihan skala besar. Para ahli menekankan bahwa status operasional pesawat—apakah hanya rotasi sementara atau penugasan permanen—masih memerlukan bukti tambahan seperti pola kemunculan berulang, nomor seri pesawat, atau perubahan infrastruktur pendukung. Hingga kini, pemerintah dan militer China belum mengumumkan perubahan struktural pada Brigade Udara ke-99, yang selama ini mengandalkan J-16 sebagai kekuatan utama.
India, yang belum memiliki pesawat tempur siluman generasi kelima, terus memantau perkembangan ini sebagai bagian dari dinamika keamanan di Garis Kontrol Aktual. Analisis dari Military Watch Magazine menyebut J-20 di Hotan kemungkinan berasal dari produksi awal, namun tidak ada indikasi resmi bahwa unit tersebut telah dirotasi secara permanen ke wilayah tersebut.















