Home Berita Internasional Israel Tolak Gencatan Senjata, Sebut Lebanon Arena Permainan

Israel Tolak Gencatan Senjata, Sebut Lebanon Arena Permainan

Sumbawanews.com,- Jakarta – Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, tegas menolak setiap usulan gencatan senjata dengan Hezbollah di Lebanon, menyebut wilayah itu sebagai “arena bermain” bagi kelompok bersenjata tersebut. Pernyataan ini dilontarkan dalam wawancara eksklusif dengan media Israel, menyusul serangkaian serangan balasan yang memperdalam ketegangan di perbatasan utara.

Gallant menegaskan, Hezbollah tidak hanya mempertahankan posisi militer di sepanjang perbatasan, tetapi secara sistematis membangun infrastruktur tempur di tengah pemukiman sipil—sebuah strategi yang menurutnya dirancang untuk memanfaatkan kerentanan hukum humaniter internasional. “Mereka tidak berperang sebagai tentara, tapi sebagai organisasi kriminal yang bersembunyi di balik warga sipil. Lebanon bukan sekadar negara tetangga, tapi arena bermain mereka,” ujar Gallant.

Pernyataan itu menimbulkan reaksi keras dari pemerintah Lebanon, yang segera mengecamnya sebagai “provokasi militer yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab.” Menteri Luar Negeri Lebanon, Abdallah Bou Habib, menegaskan bahwa Lebanon adalah negara berdaulat yang tidak akan membiarkan siapa pun menjadikan wilayahnya sebagai medan perang. “Kami tidak menginginkan perang, tapi kami juga tidak akan menyerah pada intimidasi,” tegasnya.

Sementara itu, serangan silang antara Israel dan Hezbollah terus meningkat sejak awal Agustus. Menurut data resmi militer Israel, lebih dari 1.200 rudal ditembakkan dari Lebanon ke wilayah utara Israel dalam dua minggu terakhir, sementara angkatan udara Israel merespons dengan lebih dari 800 serangan udara, merusak sejumlah fasilitas militer dan gudang senjata Hezbollah di selatan Lebanon.

Pertikaian ini memperdalam krisis kemanusiaan. PBB melaporkan lebih dari 100.000 warga sipil terpaksa mengungsi dari daerah perbatasan, sementara fasilitas kesehatan, sekolah, dan jembatan penting rusak parah. Organisasi bantuan internasional memperingatkan bahwa jika konflik berlanjut, wilayah tersebut bisa mengalami bencana kemanusiaan terburuk sejak perang 2006.

Meski Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa terus mendorong gencatan senjata, Israel bersikeras bahwa tidak ada solusi politik yang bisa diterima selama Hezbollah tetap mempertahankan kekuatan senjata di perbatasan. “Kami tidak akan menunggu serangan berikutnya untuk bertindak,” tegas Gallant. “Kami akan menghancurkan ancaman sebelum ia muncul—bukan karena kami ingin perang, tapi karena kami tidak punya pilihan lain.”

Diplomasi internasional kini berada di persimpangan. Sementara PBB meminta kedua belah pihak menahan diri, tekanan dari dalam Israel justru mendorong pemerintah untuk memperluas operasi militer. Di Beirut, warga sipil menunggu dengan cemas—tak tahu apakah gencatan senjata akan datang, atau apakah perang yang lebih besar sedang menunggu di ujung senja.

Previous articleAS Galang Dukungan Oposisi Israel Ganti Netanyahu
Next articleMuktamar NU Ke-35 Akan Digelar Awal Agustus 2026
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik