Home Berita Internasional Israel Alihkan Fokus dari Iran ke Negara Arab Ini

Israel Alihkan Fokus dari Iran ke Negara Arab Ini

Sumbawanews.com,- Dalam strategi militer yang berubah drastis, Israel kini mulai mengalihkan perhatian dari Iran ke Yaman, mengingat meningkatnya ancaman dari kelompok Houthi yang didukung Teheran. Pergeseran ini terjadi setelah serangkaian serangan drone dan rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Yaman berhasil mengganggu jalur pelayaran di Laut Merah, termasuk menargetkan kapal-kapal komersial dan aset strategis militer di kawasan itu.

Sejak awal 2023, Houthi telah melancarkan lebih dari 50 serangan terhadap kapal di perairan strategis tersebut, dengan sebagian besar menggunakan senjata buatan Iran atau berbasis teknologi yang dipindahkan dari Republik Islam. Respons Israel tidak lagi terbatas pada operasi intelijen atau serangan siluman di wilayah perbatasan—kini, mereka secara terbuka mempertimbangkan operasi militer langsung di Yaman, bahkan berkoordinasi dengan sekutu regional seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Pejabat pertahanan Israel yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Yaman kini dianggap sebagai “titik lemah terbesar” dalam jaringan pengaruh Iran di Timur Tengah. “Iran tidak bisa lagi mengancam kita lewat nuklir semata. Mereka memilih jalur proxy—dan Houthi adalah senjata paling mematikan yang mereka pakai saat ini,” ujar salah satu sumber dalam Komando Selatan Israel.

Ketegangan memuncak setelah serangan drone Houthi pada 12 Agustus berhasil mengenai sebuah kapal kargo berbendera Israel di dekat pelabuhan Al Hudaydah. Meski tidak ada korban jiwa, insiden itu memicu kekhawatiran mendalam di Tel Aviv tentang kemampuan Houthi untuk memblokir jalur perdagangan global—terutama rute yang menghubungkan Eropa dengan Asia melalui Terusan Suez.

Diplomasi pun bergerak cepat. Israel telah mengajukan permintaan resmi kepada Amerika Serikat untuk memperluas cakupan operasi militer di Yaman, termasuk akses ke pangkalan udara dan intelijen satelit. Sementara itu, Arab Saudi, yang selama ini menjadi target utama serangan Houthi, kini menunjukkan tanda-tanda kerja sama yang lebih terbuka dengan Israel, meski belum secara resmi mengakui keberadaan negara tersebut.

Analisis militer menunjukkan bahwa jika Israel benar-benar melancarkan serangan udara ke Yaman, ini akan menjadi perubahan geopolitik terbesar di Timur Tengah sejak normalisasi hubungan antara Israel dan beberapa negara Arab pada 2020. Ancaman dari Houthi tidak lagi hanya soal keamanan regional—tapi soal stabilitas ekonomi global.

Dengan Iran yang terus memperkuat jaringan proxy-nya, dan Israel yang semakin tidak sabar untuk memutus rantai ancaman itu di akarnya, Yaman kini berubah dari konflik peradaban menjadi medan pertempuran strategis baru—di mana kekuatan besar saling beradu tanpa perang terbuka, tapi dengan dampak yang jauh lebih luas.

Previous articleSchlotterbeck Cedera, Jerman Kehilangan Andalan Belakang
Next articleIran Pertahankan Dialog dengan AS Meski Diancam Trump
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik