Sumbawanews.com,- Iran mempertahankan penutupan Selat Hormuz hingga Amerika Serikat menerima seluruh syarat yang ditetapkan Teheran. Juru Bicara Angkatan Darat Iran, Mohammad Akrami-Nia, menegaskan bahwa kendali atas jalur strategis itu harus sepenuhnya berada di bawah otoritas Iran sebelum dibuka kembali. Ia menekankan bahwa Washington wajib mematuhi kesepakatan kerangka perdamaian yang dirundingkan bulan lalu, menghentikan tindakan bermusuhan, serta mengakui aturan Iran yang mengatur navigasi di selat tersebut. Akrami-Nia menambahkan, serangan militer AS tidak akan memaksa Iran membuka kembali jalur itu.
Pernyataan ini muncul menyusul serangan baru yang dilancarkan Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) terhadap sejumlah target militer Iran, yang diklaim terkait ancaman terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Serangan tersebut terjadi di tengah gelombang ledakan yang dilaporkan di beberapa kota di Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di berbagai wilayah. Ketegangan antara kedua negara terus memanas, meski telah ada upaya mediasi dari Pakistan untuk mencapai penyelesaian berkelanjutan.















