Home Berita Internasional Iran dan AS Sepakat Gencatan Senjata, Perundingan Dilanjutkan di Qatar

Iran dan AS Sepakat Gencatan Senjata, Perundingan Dilanjutkan di Qatar

Sumbawanews.com,- Ketegangan di kawasan Teluk mereda sementara setelah Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan untuk menghentikan serangan militer dan melanjutkan perundingan teknis di Qatar pada 30 Juni 2026. Kesepakatan ini muncul setelah dua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata sementara yang sempat disepakati pada 17 Juni lalu, dan diikuti serangkaian serangan balas-membalas yang memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.

Seorang pejabat senior AS mengonfirmasi bahwa kedua negara telah setuju untuk menghentikan aktivitas militer secara sementara, termasuk serangan drone dan rudal, serta memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz—jalur strategis pengiriman minyak dunia yang sempat ditutup sebagian oleh Iran. Kapal-kapal komersial diizinkan kembali melintas tanpa hambatan, menandai langkah penting menuju stabilitas regional.

Perundingan teknis yang akan digelar di Qatar fokus pada pelaksanaan 14 poin dalam nota kesepahaman (MoU) yang disepakati 12 hari sebelumnya. Salah satu poin krusial adalah akses Iran terhadap dana yang telah dicairkan sebagai bagian dari kesepakatan, yang kini menjadi titik griya dalam negosiasi. Mehdi Fazaeili, anggota Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Pemimpin Tertinggi Iran, menyatakan bahwa pembatalan sesi perundingan yang semula dijadwalkan pada Minggu (28/6) disebabkan oleh serangan terbaru terhadap Iran dan belum terpenuhinya syarat-syarat dalam MoU.

Ketegangan memuncak setelah Iran meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain pada Minggu dini hari, sebagai respons atas serangan AS terhadap fasilitas rudal dan drone Iran beberapa jam sebelumnya. Serangan itu dipicu oleh insiden Kamis pekan lalu, ketika sebuah proyektil Iran menghantam kapal kargo berbendera Singapura di Selat Hormuz. Presiden Donald Trump sebelumnya mengancam akan “melenyapkan kepemimpinan Iran” jika negara itu tidak mematuhi kesepakatan, pernyataan yang memperdalam kekhawatiran akan eskalasi militer.

Namun, meskipun permusuhan berhenti sementara, kepercayaan masih rapuh. Di Lebanon, Israel kembali melancarkan serangan terhadap infrastruktur bawah tanah Hizbullah, kelompok yang didukung Iran, hanya sehari setelah kesepakatan gencatan senjata dengan Lebanon dicapai. Iran menegaskan bahwa konflik di Lebanon harus dihentikan agar kesepakatan lebih luas antara Teheran dan Washington tetap bertahan.

Dengan kembalinya perundingan ke meja diplomatik, dunia menahan napas—menyaksikan apakah diplomasi akan mampu mengatasi kebuntuan yang telah berlangsung bertahun-tahun, atau apakah gencatan senjata ini hanya jeda sebelum badai berikutnya.

Previous articleNeymar Belum Pasti Start Lawan Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026
Next articleTruk Rem Blong Hantam Lima Motor di Bekasi, Satu Tewas