Home Berita Internasional Iran Balas Ancaman Israel dengan Serangan ke Utara

Iran Balas Ancaman Israel dengan Serangan ke Utara

Sumbawanews.com,- Teheran – Iran mengancam akan melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel utara jika militer Israel melanjutkan serangan ke Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut. Pernyataan tegas ini muncul sebagai respons langsung terhadap perintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menghancurkan “benteng teroris” Hizbullah di kawasan yang menjadi markas besar kelompok bersenjata tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan oleh agensi berita pemerintah IRNA, Komando Markas Besar Khatam al-Anbiya memperingatkan warga sipil di Israel utara agar segera meninggalkan rumah mereka. Ancaman ini bukan sekadar retorika—ini adalah sinyal strategis bahwa Teheran siap memperluas konflik ke wilayah yang selama ini dianggap relatif aman oleh Tel Aviv.

Netanyahu, dalam video yang diunggah di platform X, menegaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan Hizbullah menyerang kota-kota Israel sambil tetap bersembunyi di Beirut. “Mereka menghancurkan rumah-rumah kita, kami akan menghancurkan markas mereka,” katanya, menambahkan bahwa operasi militer di Lebanon selatan kini memasuki fase “pendalaman” untuk menghapus kemampuan tempur Hizbullah.

Namun, di Teheran, responsnya jauh lebih tajam. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap gencatan senjata di Lebanon berarti pelanggaran terhadap kesepakatan secara keseluruhan. “AS dan Israel bertanggung jawab penuh atas konsekuensi apa pun yang timbul,” tulis Araghchi di media sosial, menegaskan bahwa serangan ke Beirut bukanlah insiden terpisah, melainkan bagian dari strategi agresi yang terkoordinasi.

Pernyataan serupa datang dari Uni Eropa. Juru bicara Anouar El Anouni menyerukan Israel untuk segera menghentikan eskalasi militer dan menghormati kedaulatan Lebanon. “Serangan terhadap wilayah perkotaan yang padat penduduk tidak bisa dibenarkan, apa pun alasannya,” tegasnya.

Dahiyeh, yang telah menjadi sasaran serangan udara Israel sejak April lalu, kini menjadi titik panas yang bisa memicu perang regional. Wilayah ini, yang dihuni sebagian besar warga Syiah, dikenal sebagai jantung kekuatan Hizbullah—dan juga sebagai simbol perlawanan terhadap Israel. Serangan berulang di sana telah menewaskan ratusan warga sipil, menurut laporan kemanusiaan terbaru.

Iran, yang telah menyatakan kesiapannya untuk “membantu Lebanon melawan agresi ilegal,” kini berada di ambang keputusan strategis: apakah akan membalas serangan di utara Israel dengan rudal balistik, drone, atau operasi khusus yang diluncurkan melalui sekutu regional? Jawabannya bisa menentukan apakah konflik ini akan tetap terbatas pada Lebanon, atau meledak menjadi perang antara dua negara—Israel dan Iran—yang telah saling memusuhi selama empat dekade.

Sementara itu, dunia menahan napas. PBB, Rusia, dan sejumlah negara Arab menyerukan jalan diplomasi, tetapi di garis depan, ketegangan terus memanas. Di Teheran, para jenderal sedang memeriksa peta serangan. Di Tel Aviv, para pejabat mempersiapkan bunker-bunker darurat. Dan di Dahiyeh, asap masih mengepul—tanda bahwa perang ini belum selesai. Ia baru saja memasuki babak baru.

Previous articleKPK Siap Tahan Dua Bos Travel dalam Kasus Kuota Haji
Next article11 WNA Diringkus dalam Jaringan Pig Butchering di Sukoharjo
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik