Sumbawanews.com,- Intel resmi meluncurkan rangkaian prosesor Arc G-Series sebagai senjata utama dalam upayanya memecah dominasi AMD di pasar gaming handheld. Dibangun di atas arsitektur Panther Lake dan fabrikasi Intel 18A yang canggih, chip ini dirancang khusus untuk perangkat Windows 11 dengan keseimbangan antara performa grafis tinggi dan efisiensi daya—sebuah tantangan besar yang selama ini menjadi keunggulan kompetitor.
Dua varian pertama, Arc G3 dan Arc G3 Extreme, menawarkan konfigurasi CPU unik berbasis 14 inti: dua Performance Cores (P-cores) berkecepatan hingga 4,7 GHz untuk tugas berat, delapan Efficient Cores (E-cores) untuk multitasking, dan empat Low-Power Efficient Cores yang secara strategis memperpanjang masa pakai baterai. Di sektor grafis, Arc G3 mengandalkan GPU B370 dengan 10 Xe cores, sementara versi Extreme mengusung B390 dengan 12 Xe cores, menjadikannya pilihan ideal untuk game AAA di layar genggam.
Keunggulan paling mencolok terletak pada teknologi upscaling XeSS 3.0, yang menurut pengujian internal Intel mampu mendorong frame rate game berat seperti Cyberpunk 2077 hingga 170 FPS pada resolusi 1200p—angka yang sebelumnya hanya bisa dicapai di PC desktop. Analis dari PCMag, Michael Justin Allen Sexton, mencatat bahwa Arc G3 pada dasarnya adalah versi “disederhanakan” dari prosesor Panther Lake, dengan dua P-core dinonaktifkan, namun tetap mempertahankan arsitektur GPU dan jumlah E-core yang sama.
Pabrikan pertama yang mengadopsi chip ini adalah Acer, melalui Predator Atlas 8—konsol genggam berlayar 8 inci 120Hz dengan kecerahan 500 nits, dukungan VRR, RAM LPDDR5x hingga 24GB, dan penyimpanan NVMe SSD hingga 1TB. Untuk menopang performa tinggi, perangkat ini dilengkapi baterai 80Wh dan sistem pendingin ganda. Selain Acer, MSI dengan Claw 8 EX AI+ dan OneXPlayer juga dikonfirmasi akan memasukkan Arc G-Series ke dalam produk barunya.
Dengan strategi ini, Intel tidak hanya menawarkan kompetisi teknis, tetapi juga mengubah narasi pasar: gaming handheld bukan lagi domain eksklusif AMD. Dengan kekuatan grafis yang mendekati PC, efisiensi daya yang lebih baik, dan ekosistem Windows 11 yang luas, Arc G-Series berpotensi menjadi titik balik dalam perang chip untuk para gamer yang menginginkan kebebasan tanpa kompromi.

















