Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik Sudaryanti Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan Dadan Hindayana yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Penunjukan ini resmi dilakukan melalui Keputusan Presiden, meski pelantikan formal rencananya baru dilangsungkan pekan depan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, Nanik dipilih bukan hanya karena posisinya sebagai Wakil Kepala BGN sebelumnya, tetapi karena rekam jejaknya yang tegas dalam pengawasan dan manajemen program Makanan Bergizi Gratis (MBG). “Beliau salah satu yang sangat strict, sangat tegas dalam menjalankan standar operasional,” ujar Prasetyo usai pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Nanik dikenal disiplin dalam memantau distribusi dan kualitas pangan yang disalurkan melalui program MBG, sebuah inisiatif pemerintah yang menyasar jutaan keluarga kurang mampu. Sikapnya yang konsisten dalam menjaga integritas program menjadi pertimbangan utama Presiden dalam memilih pengganti Dadan, yang bersama dua pejabat BGN lainnya—Inspektur Jenderal (Purn) Sony Sanjaya dan Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewyk Pusung—kini sedang menjalani proses hukum di Kejaksaan Agung.
Dadan dicopot secara resmi pada 2 Juni 2026, sehari sebelum Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka dalam dugaan penyimpangan anggaran dan manipulasi data penerima MBG. Kasus ini memicu krisis kepercayaan terhadap manajemen BGN, yang sebelumnya dihadapkan pada target penerima yang tak tercapai dan laporan kecurangan dari lapangan.
Dengan penunjukan Nanik, pemerintah berharap dapat segera memulihkan kredibilitas BGN. Nanik sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembenahan struktural dan operasional, termasuk merevisi sistem pemantauan dan meningkatkan transparansi anggaran. Ia juga berencana memperkuat kolaborasi dengan lembaga pengawas dan masyarakat sipil untuk memastikan program MBG benar-benar menyentuh sasaran tepat.
Penunjukan ini menjadi salah satu langkah awal Presiden Prabowo dalam membersihkan jajaran birokrasi yang terindikasi korupsi, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah terhadap reformasi tata kelola pangan nasional. Dengan latar belakang akademik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Nanik diharapkan mampu menggabungkan keahlian manajerial dengan pemahaman mendalam terhadap dinamika sosial yang menjadi inti dari program MBG.
Kini, seluruh mata publik tertuju pada langkah-langkah pertama Nanik sebagai kepala BGN—apakah ia mampu mengubah citra lembaga yang sempat ternoda menjadi garda terdepan dalam memerangi malnutrisi dan ketimpangan pangan di Indonesia.

















