Sumbawanews.com,- Inggris akan menghadapi Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026, dengan seluruh fokus tertuju pada Erling Haaland, penyerang yang telah mencetak tujuh gol dalam empat pertandingan dan menjadi tulang punggung keberhasilan tim Skandinavia menembus delapan besar untuk pertama kalinya. Pertandingan yang berlangsung setelah kemenangan dramatis Norwegia atas Brasil dengan skor 2-1 itu menempatkan Haaland di puncak daftar pencetak gol terbanyak, sejajar dengan Mbappé dan Messi. Bagi Inggris, menghentikan sang striker bukan sekadar soal penjagaan satu lawan satu, melainkan memutus aliran bola ke depan dan menutup ruang geraknya yang mematikan dalam situasi terbuka.
Haaland membuktikan ketajamannya meski minim sentuhan bola. Dalam laga melawan Brasil, ia hanya melakukan empat sentuhan di kotak penalti, namun mampu mencetak dua gol—satu dari tembakan tepat waktu di menit ke-79, dan satu lagi dari luar kotak penalti yang memperlihatkan kecerdasan dan ketenangan dalam menyelesaikan peluang. Konsistensinya luar biasa: 62 gol dari 54 penampilan bersama tim nasional Norwegia, dengan hanya enam gol berasal dari titik penalti. Dalam 14 laga kompetitif terakhir, ia selalu mencetak gol, total 27 gol dalam periode itu.
Legenda sepak bola Inggris, Ian Wright, menegaskan bahwa keefektifan Haaland jauh lebih penting daripada statistik sentuhan. “Dia tidak perlu banyak menyentuh bola untuk membuat lawan takut,” ujarnya dalam wawancara dengan ITV. Strategi Inggris pun diuji berat—tak cukup hanya mengandalkan kekuatan fisik, tapi harus mampu membaca gerak tanpa bola, membatasi ruang, dan mengganggu ritme serangan Norwegia yang bergantung pada kecepatan dan presisi Haaland.
Dengan Norwegia yang tampil sebagai tim underdog namun penuh percaya diri, dan Haaland yang sedang dalam puncak performa, laga ini bukan sekadar pertandingan perempat final. Ini adalah ujian nyata bagi pertahanan Inggris, dan kemungkinan besar akan menentukan nasib tim asuhan Thomas Tuchel di Piala Dunia 2026.















