Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia dikalahkan 0-3 oleh Vietnam dalam lanjutan Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Senin (3/8), dalam pertandingan yang memperlihatkan dominasi bola tanpa konversi efektif. Gol-gol Vietnam dicetak oleh Nguyen Van Vi, Nguyen Hai Long, dan Rafaelson, sementara skuad Garuda gagal menciptakan peluang berarti meski menguasai permainan. Kekalahan ini memicu sorotan tajam dari media Vietnam, yang secara khusus menyoroti performa buruk Thom Haye dan Mitchell Baker—dua pemain yang sebelumnya menjadi tulang punggung serangan Indonesia.
Sebelum laga ini, Haye menjadi otak serang dengan tiga assist dalam dua pertandingan dan mencetak gol indah ke gawang Timor Leste, sementara Baker mencetak hattrick dalam debutnya melawan Kamboja dan kembali mencetak gol melawan Timor Leste. Namun, di hadapan Vietnam, Haye hanya melepaskan satu tembakan tepat sasaran, gagal memberikan umpan kunci, gagal dalam enam umpan silang, dan kehilangan bola sebanyak 21 kali, dengan skor performa 6,6 dari Sofascore. Baker, yang sebelumnya tak terbendung, sama sekali tak mampu menembus rapatnya pertahanan Vietnam dan tak menciptakan satu peluang pun yang berbahaya.
Media Vietnam Znews menyoroti kehadiran keduanya sebagai “dua nama paling menonjol” di tim Indonesia sebelum kekalahan itu, namun menyebut penampilan mereka “terhenti” di Pakansari. Sementara itu, Tuoitre memuji taktik pelatih Kim Sang Sik yang sengaja mengorbankan kehadiran Doan Van Hau dan Nguyen Quang Hai demi strategi serangan balik cepat—keputusan yang berbuah tiga gol mematikan.
Penguasaan bola Indonesia tak mampu mengatasi jarak antar lini yang terlalu lebar, membiarkan Vietnam memanfaatkan ruang kosong dengan presisi. Formasi rapat dan disiplin taktis Vietnam membuat setiap upaya serang Garuda berakhir sia-sia. Hasil ini memperdalam kekhawatiran atas konsistensi tim di fase akhir grup, sekaligus menempatkan Haye dan Baker di bawah tekanan besar menjelang laga berikutnya.















