Sumbawanews.com,- PBSI mengonfirmasi bahwa pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil tidak akan berlaga di Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, pada 17–23 Agustus. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari penyesuaian komposisi wakil Indonesia di sektor ganda campuran, demi memastikan kepatuhan terhadap mekanisme dan regulasi keikutsertaan atlet dalam turnamen internasional, demikian diungkapkan Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja. Kedua pasangan tersebut sebelumnya terdaftar dalam daftar peserta BWF, namun Jafar/Felisha resmi mengundurkan diri pada 29 Juli, sementara promosi pasangan cadangan Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana ditolak pada hari yang sama.
PBSI tidak memberikan rincian spesifik mengenai alasan administratif atau regulasi yang mendasari keputusan ini. Namun, federasi menyatakan bahwa Badan Bulu Tangkis Dunia (BWF) sedang menjalani proses peradilan independen terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia. PBSI menegaskan bahwa mereka menghormati proses tersebut dan tidak akan mengaitkan atau berspekulasi tentang keterlibatan atlet tertentu sebelum keputusan resmi dikeluarkan oleh Independent Hearing Panel BWF. Federasi juga meminta media dan publik untuk tidak membuat asumsi atau menyebut nama atlet dalam konteks proses hukum yang masih berjalan.
Dengan absennya dua pasangan tersebut, Indonesia tetap akan diwakili oleh dua pasangan lain di nomor ganda campuran: Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata. Kedua pasangan ini akan menjadi andalan Indonesia di ajang bergengsi yang akan berlangsung di New Delhi, India, sebagai bagian dari upaya PBSI menjaga tata kelola olahraga yang transparan, patuh regulasi, dan berintegritas.















