Sumbawanews.com,- India berhasil menyelesaikan proyek infrastruktur militer dan strategis terbesar dalam sejarahnya: terowongan sepanjang 13,14 kilometer yang menembus jantung Pegunungan Himalaya di wilayah Ladakh. Pemotongan lapisan batuan terakhir dilakukan pada Senin, 8 Juni 2026, menandai berakhirnya delapan tahun penggalian intensif di Jalur Zojila, yang berada pada ketinggian 3.528 meter di atas permukaan laut.
Terowongan ini bukan sekadar jalur transportasi biasa. Ia dirancang untuk menghubungkan Srinagar di Kashmir dengan Leh di Ladakh—dua kota kunci yang selama puluhan tahun terisolasi selama musim dingin, ketika salju tebal menutupi jalan raya dan memutus akses darat. Dengan selesainya terowongan ini, kendaraan militer, barang logistik, dan warga sipil kini dapat melintasi wilayah perbatasan yang rawan konflik sepanjang tahun, tanpa tergantung pada cuaca.
Menteri Jalan Raya dan Transportasi India, Nitin Gadkari, menyebut proyek ini sebagai “jalur kehidupan.” Dalam peresmian resmi pada Selasa, 9 Juni, ia menekan tombol jarak jauh yang memicu ledakan terakhir, menghubungkan dua ujung terowongan yang digali dari sisi berlawanan. “Ini adalah pencapaian teknis luar biasa,” ujarnya. “Kami menyelesaikannya tanpa satu pun kecelakaan, meski di tengah suhu minus, oksigen tipis, dan medan yang paling ekstrem di dunia.”
Lebih dari 3.000 pekerja, insinyur, dan teknisi terlibat sejak 2020 dalam proyek senilai US$712 juta ini. Mereka bekerja di bawah tekanan ekstrem—baik fisik maupun geopolitik—karena Ladakh adalah salah satu perbatasan paling panas di dunia. Konflik militer antara India dan China meletus paling parah pada 2020, menewaskan puluhan tentara dari kedua belah pihak. Meski hubungan diplomatik membaik sejak itu, ketegangan tetap menggantung di sepanjang garis batas 3.500 kilometer yang belum sepenuhnya disepakati.
Terowongan Zojila adalah bagian dari jaringan empat terowongan strategis yang sedang dibangun di wilayah tersebut, termasuk terowongan Sonamarg sepanjang 6,5 kilometer. Proyek ini merupakan tulang punggung dari rencana besar India untuk memperkuat kontrol atas wilayah perbatasan utara melalui infrastruktur modern. Di samping jalan raya, pemerintah juga menyelesaikan jalur kereta api senilai US$3,9 miliar yang menghubungkan dataran rendah dengan Kashmir—termasuk Jembatan Kereta Api Chenab, yang kini menjadi jembatan tertinggi di dunia, diresmikan oleh Perdana Menteri Narendra Modi pada Juni 2025.
Dengan operasi penuh diharapkan pada 2028, terowongan ini tidak hanya mengubah dinamika logistik militer, tetapi juga membuka pintu bagi perdagangan, pariwisata, dan integrasi sosial di wilayah yang selama ini terpinggirkan. Bagi India, ini adalah simbol ketahanan nasional—dan peringatan tegas bagi siapa pun yang menganggap Himalaya sebagai penghalang abadi.

















