Home Berita Nasional IHSG Menguat Didorong Saham Energi dan Data Ekonomi Positif

IHSG Menguat Didorong Saham Energi dan Data Ekonomi Positif

Sumbawanews.com,- Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 68,04 poin atau 1,11 persen ke level 6.195,42 pada Selasa (2/6/2026), dipimpin oleh penguatan saham-saham sektor energi yang naik 1,78 persen. Kenaikan ini terjadi di tengah sentimen positif dari data ekonomi domestik yang menunjukkan ketahanan sektor riil, meski tekanan geopolitik global masih menghantui pasar.

Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, penguatan IHSG tidak hanya dipengaruhi oleh aksi beli sektor energi, tetapi juga oleh respons pasar terhadap rilis data ekonomi terbaru. Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) S&P Global naik dari 49,1 pada April menjadi 50,0 pada Mei 2026, menandai kembali ke zona ekspansi setelah sebelumnya kontraksi. Ini menjadi sinyal kuat bahwa aktivitas bisnis di dalam negeri mulai pulih.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Mei 2026 sebesar 0,28 persen month-to-month dan 3,08 persen year-on-year, masih berada dalam target Bank Indonesia sebesar 2,5 persen ±1 persen. Neraca perdagangan juga mencatat surplus 90 juta dolar AS, dengan ekspor mencapai 25,30 miliar dolar AS dan impor 25,31 miliar dolar AS. Meski selisihnya tipis, angka ini menunjukkan daya saing produk Indonesia yang tetap bertahan di tengah tekanan ekspor global.

Sementara itu, indeks LQ45 juga menguat 8,10 poin (1,33 persen) ke 619,27, menunjukkan bahwa aksi beli tidak hanya terbatas pada saham-saham kecil. Lima sektor mengalami kenaikan, dengan energi menjadi pendorong utama, diikuti infrastruktur (0,64 persen) dan barang baku (0,58 persen). Di sisi lain, sektor transportasi dan logistik menjadi yang paling terpukul, turun 3,20 persen, disusul kesehatan (2,65 persen) dan properti (1,13 persen).

Saham-saham penguat terbesar mencakup BEER, NZIA, KUAS, DSSA, dan BREN, sementara yang melemah paling dalam adalah TRUE, ELPI, APIC, KJEN, dan EPAC. Volume perdagangan mencapai 31,25 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp25,47 triliun, menunjukkan likuiditas yang tetap tinggi meski pasar masih waspada.

Di kancah global, ketegangan geopolitik antara AS dan Iran kembali memicu volatilitas harga minyak mentah. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi masih berlangsung, sementara Iran menangguhkan pembicaraan sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon. Ketidakpastian ini membuat investor global bersikap hati-hati, meski pasar Asia sebagian besar menguat. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 2,52 persen, Strait Times Singapura 1,01 persen, dan Shanghai 0,43 persen, sementara Nikkei Jepang melemah 0,49 persen.

Dengan kombinasi faktor domestik yang kuat dan sentimen global yang mulai stabil, analis memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan tren positif dalam beberapa hari ke depan, terutama jika harga minyak tidak melonjak tajam dan data inflasi berikutnya tetap terkendali. Investor pun mulai beralih dari spekulasi jangka pendek ke fondasi fundamental, dengan sektor energi dan infrastruktur menjadi pilihan utama.

Previous articlePengguna Beralih ke DuckDuckGo, Tolak AI di Mesin Pencari
Next articleDua Penambang Emas Masih Terjebak di Gua Banjir Laos
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik