Sumbawanews.com,- Tijuana — Hong Myung-bo secara resmi mengundurkan diri sebagai pelatih kepala tim nasional Korea Selatan usai timnya gagal melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Keputusan itu diumumkannya dalam konferensi pers di markas tim di Tijuana, Meksiko, pada Minggu, 28 Juni 2026, waktu setempat.
Dengan finis di posisi ketiga Grup A dengan tiga poin—hasil dari satu kemenangan dan dua kekalahan—Korea Selatan gagal menjadi salah satu dari delapan tim peringkat tiga terbaik yang berhak melaju. Kekalahan 1-2 dari Meksiko di laga terakhir menjadi pukulan final yang mengakhiri mimpi Taegeuk Warriors di turnamen ini.
“Saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada para penggemar dan pendukung sepak bola Korea,” ujar Hong, mantan kapten timnas yang pernah memimpin Korea meraih semifinal Piala Dunia 2002. “Ini bukan keputusan mudah, tetapi sejak saya menerima tanggung jawab ini, saya tidak memikirkan pilihan lain selain mengambil tanggung jawab penuh atas hasil ini.”
Hong, yang menjabat sejak 2024, menegaskan bahwa semua keputusannya—mulai dari pemilihan pemain hingga taktik permainan—selalu berlandaskan pada kepentingan sepak bola nasional. “Saya tidak mengklaim semua keputusan saya benar, tetapi standar saya selalu sama: sepak bola Korea,” tegasnya.
Kehilangan Hong menjadikannya pelatih ketiga yang mengundurkan diri atau dipecat selama Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Steve Clarke meninggalkan kursi pelatih Skotlandia setelah timnya tersingkir di Grup C, meski finis dengan tiga poin. Kekalahan 1-2 dari Kroasia di laga terakhir membuat Skotlandia tersingkir oleh selisih gol, dan Clarke langsung meletakkan jabatannya setelah 7 tahun memimpin tim.
Sementara itu, Sabri Lamouchi lebih dulu dipecat federasi sepak bola Tunisia setelah kekalahan telak 1-5 dari Swedia di laga pembuka Grup F. Ia digantikan Hervé Renard, yang juga gagal membangkitkan tim, dan akhirnya tersingkir tanpa menang.
Marcelo Bielsa, pelatih Uruguay, juga telah menyiratkan kemungkinan mundur setelah La Celeste finis ketiga di Grup H dengan hanya dua poin, kalah dari Spanyol dan debutan Cape Verde. Bielsa, yang menangani tim selama tiga tahun, mengaku tidak memberikan kontribusi berarti bagi timnya.
Dengan mundurnya Hong, Korea Selatan kini memasuki masa transisi besar. Ia menjadi simbol kebanggaan sepak bola negara itu—baik sebagai pemain legendaris maupun pelatih yang diharapkan membawa tim kembali ke puncak dunia. Kegagalan di Piala Dunia 2026, yang berlangsung di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat, menjadi ujian berat bagi identitas sepak bola Korea di era modern.















