Sumbawanews.com,- Taman Safari Indonesia II di Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, resmi memperkenalkan tiga anak harimau Sumatera yang lahir pada 23 Maret 2026. Bayi-bayi langka ini merupakan hasil pengembangbiakan berhasil dari pasangan induk jantan bernama Praja dan betina Dini, yang menjadi bagian dari program konservasi nasional untuk menyelamatkan spesies yang terancam punah.
Debut publik ketiga anak harimau tersebut digelar Kamis (4/6/2026) di kandang khusus mereka, dihadiri sejumlah petugas konservasi, ahli satwa liar, serta pengunjung yang antusias menyaksikan kehadiran makhluk langka berbulu oranye-hitam itu. Ketiga anak harimau, yang masih dalam masa menyusu dan belum bisa berjalan stabil, terlihat aktif bermain di bawah pengawasan ketat induknya.
Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dikenal sebagai salah satu subspesies harimau paling sulit dikembangbiakkan di penangkaran. Tingkat selektivitas tinggi dalam pemilihan pasangan, serta kebutuhan lingkungan yang sangat spesifik, membuat kelahiran mereka di alam liar maupun penangkaran menjadi peristiwa langka. Di Indonesia, populasi harimau Sumatera diperkirakan hanya tersisa sekitar 400–500 ekor, dengan ancaman utama berupa perusakan hutan dan perburuan liar.
Kehadiran bayi-bayi ini menjadi tonggak penting bagi TSI II Prigen, yang sejak 2010 aktif terlibat dalam program breeding harimau Sumatera di bawah koordinasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Keberhasilan ini juga sekaligus menjadi simbol harapan bagi upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia di tengah tekanan ekologis yang semakin berat.
Pihak pengelola menjamin bahwa ketiga anak harimau akan tetap berada dalam lingkungan yang alami dan minim intervensi manusia, demi mempertahankan perilaku alami mereka. Rencananya, setelah mencapai usia cukup dewasa dan mampu bertahan hidup mandiri, mereka akan dipindahkan ke kawasan hutan lindung yang dilindungi sebagai bagian dari program reintroduksi.

















