Sumbawanews.com,- Jakarta – Harga emas batangan Antam menguat pada Senin pagi, naik Rp5.000 per gram menjadi Rp2.743.000, dari sebelumnya Rp2.738.000. Kenaikan ini tercatat pada pukul 08.37 WIB, menurut data terbaru dari laman Logam Mulia PT Antam Tbk.
Harga beli kembali (buyback) juga mengikuti tren positif, naik ke Rp2.540.000 per gram. Pergerakan harga ini terjadi di tengah dinamika pasar global yang masih dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar dolar AS dan permintaan safe-haven dari investor.
Transaksi pembelian emas batangan di seluruh pecahan, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, tetap dikenai Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP. Pajak ini dipotong langsung dari total nilai transaksi, dan pembeli akan menerima bukti potong sebagai dokumen resmi.
Sementara itu, untuk transaksi penjualan kembali emas ke PT Antam dengan nilai lebih dari Rp10 juta, PPh 22 dikenakan sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP. Pajak ini langsung dipotong dari nilai buyback yang diterima nasabah.
Berikut daftar harga emas batangan Antam per Senin, 8 Juni 2026:
– 0,5 gram: Rp1.421.500
– 1 gram: Rp2.743.000
– 2 gram: Rp5.426.000
– 3 gram: Rp8.114.000
– 5 gram: Rp13.490.000
– 10 gram: Rp26.925.000
– 25 gram: Rp67.187.000
– 50 gram: Rp134.295.000
– 100 gram: Rp268.512.000
– 250 gram: Rp671.015.000
– 500 gram: Rp1.341.820.000
– 1.000 gram: Rp2.683.600.000
Harga ini bersifat sewaktu-waktu dapat berubah sesuai kondisi pasar. Kenaikan ini menjadi sinyal kuat bagi para investor yang melihat emas sebagai aset pelindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sebelumnya, pada Jumat lalu, harga emas Antam sempat melonjak Rp11.000 per gram, sebelum turun kembali pada Sabtu dan Kamis.
Data dari BPS menunjukkan bahwa emas perhiasan tercatat mengalami deflasi selama tiga bulan berturut-turut, menandakan pergeseran pola konsumsi masyarakat yang lebih fokus pada investasi daripada konsumsi. Sementara itu, Kemendag mencatat bahwa minat investor mulai bergeser ke bentuk emas batangan sebagai instrumen simpanan jangka panjang.

















