Sumbawanews.com,- Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan bahwa setiap serangan militer baru dari Israel akan memicu balasan yang “menghancurkan dan komprehensif.” Pernyataan tegas itu dilontarkan menyusul peluncuran rudal Iran ke wilayah utara Israel pada Minggu (7/6/2026), serangan pertama sejak gencatan senjata berlaku pada 8 April lalu.
Dalam pernyataan resminya, Kemenlu Teheran menegaskan bahwa serangan rudal tersebut bukanlah permulaan dari konflik baru, melainkan respons terhadap pelanggaran berulang oleh Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata—terutama serangan besar-besaran yang dilancarkan ke Lebanon di tengah masa damai. “Teheran akan bertindak kapan pun dianggap perlu untuk membela kepentingan nasionalnya,” tegas pernyataan itu.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan rudal itu, menyebut operasi tersebut sebagai “tembakan peringatan.” Namun, mereka menekankan bahwa setiap respons militer Israel akan segera diimbangi dengan serangan yang jauh lebih luas, lebih kuat, dan lebih mematikan. “Tidak ada ruang untuk salah paham,” ujar seorang pejabat IRGC yang tidak disebutkan namanya.
Meski demikian, Iran menegaskan tidak berniat melanjutkan serangan rudal lebih lanjut—selama Israel menjaga gencatan senjata. Pernyataan ini dianggap sebagai sinyal bahwa Teheran masih membuka ruang diplomasi, meski dengan senjata siap tembak di belakangnya.
Sementara itu, serangan Israel ke Lebanon telah memicu kecaman luas dari komunitas internasional. PBB, Uni Eropa, dan sejumlah negara Arab mengecam tindakan itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan yang baru saja dicapai. Di tengah ketegangan yang memanas, dunia menahan napas: apakah gencatan senjata ini akan bertahan, atau justru menjadi awal dari konflik regional yang lebih besar.
Dengan Iran yang kini memiliki kemampuan rudal jarak jauh dan jaringan sekutu di kawasan, serta Israel yang tak pernah ragu mengeksekusi serangan preemtif, keseimbangan kekuatan di Timur Tengah kini berada di titik paling rapuh dalam beberapa tahun terakhir.

















